NEWS SUMMARY:
- Selat Hormuz memiliki lebar tersempit sekitar 33 kilometer dan berada di wilayah perairan Iran serta Oman.
- Catatan Nearchus membuktikan nama Hormuz sudah dikenal dalam jalur pelayaran internasional sejak abad keempat sebelum masehi.
- Sejarah panjang Hormuz memperlihatkan hubungan erat antara agama, perdagangan, dan geopolitik energi dunia modern.
24JAMNEWS.COM - Apakah Selat Hormuz hanya jalur minyak atau juga simbol perebutan peradaban dunia selama ribuan tahun?
Mengapa nama Hormuz yang kini identik dengan konflik energi ternyata berasal dari akar spiritual Persia kuno yang jarang diketahui publik?
Selat Hormuz tidak hanya dikenal sebagai jalur distribusi energi global, tetapi juga kawasan bersejarah yang menyimpan jejak peradaban, agama, dan perebutan pengaruh ekonomi sejak ribuan tahun.
Baca Juga: Serikat Buruh Ungkap Penyebab PHK Massal Jabar, Dari Impor Hingga Risiko Krisis Energi Industri
Data berbagai laporan energi internasional menunjukkan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz, menjadikannya choke point terpenting dalam sistem logistik energi global.
Nama Hormuz sendiri bukan berasal dari istilah modern, melainkan dari evolusi bahasa Persia kuno yang terkait kepercayaan Zoroastrianisme serta sejarah kerajaan maritim di kawasan Teluk Persia.
Asal Nama Hormuz dari Tradisi Spiritual Persia Kuno Zaman
Encyclopaedia Iranica mencatat nama Hormuz berasal dari kata Ohrmazd, bentuk Persia Pertengahan dari Ahura Mazda, dewa tertinggi dalam ajaran Zoroastrianisme.
Baca Juga: Minyak Rusia Jadi Rebutan Asia, Akankah Indonesia Ikut Amankan Energi Murah Demi Stabilitas Ekonomi
Referensi tersebut menunjukkan transformasi linguistik dari Ahura Mazda menjadi Hormizd, sebelum akhirnya dikenal sebagai Hormuz dalam catatan perdagangan maritim.
Dalam catatan Encyclopaedia Iranica, konsep penamaan wilayah dengan unsur religius mencerminkan kepercayaan masyarakat Persia terhadap kawasan strategis sebagai wilayah yang diberkati.
Catatan Ekspedisi Alexander Agung Membuktikan Eksistensi Nama Hormuz Sejak Lama
Referensi tertulis awal berasal dari Nearchus, laksamana Alexander Agung, yang menyebut Harmozeia dalam catatan pelayaran abad keempat sebelum masehi.
Catatan ekspedisi tersebut menjelaskan jalur pelayaran dari Sungai Indus menuju Sungai Efrat yang melewati wilayah pesisir selatan Iran modern.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Transisi KBLI 2025 Aman Bagi Pelaku UMKM dan Korporasi, Tak Ganggu Proses Perizinan Berjalan
Pemerintah Integrasikan Data Usaha Lewat KBLI 2025, OSS Catat 15,7 Juta NIB Pelaku Usaha Aktif Nasional
Transformasi Energi, Program B50 dan Pengaturan BBM Jadi Strategi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
Prabowo di Forum Bisnis Tokyo Ungkap Strategi Indonesia Tarik Investasi Jepang untuk Industri Masa Depan
Prabowo Dorong Investasi Jepang Percepat Industrialisasi Melalui Hilirisasi Energi Hijau dan Transformasi Digital
Hasil Nyata Kunjungan Prabowo Ke Jepang Dan Korea Selatan, Ini Daftar Kerja Sama Strategis yang Disepakati
Diplomasi Prabowo Perkuat Posisi Indonesia di Asia Timur Lewat Investasi dan Kemitraan Industri Teknologi
Pertamina Tanggung Selisih Harga BBM Nonsubsidi Saat Minyak Global Naik, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi Nasional
Persaingan Asia Dapatkan Minyak Rusia Makin Ketat, Indonesia Siap Masuk dalam Peta Energi Regional?
PHK Pekerja Kontrak Meningkat di Sentra Industri Jabar, Transformasi Industri Otomotif Jadi Tantangan Baru