internasional

Konflik Timur Tengah Picu Krisis Energi Sri Lanka, Pemerintah Ambil Kebijakan Darurat untuk Stabilitas Ekonomi

Senin, 23 Maret 2026 | 06:50 WIB
Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake. Sekolah di Sri Lanka menyesuaikan jadwal belajar setelah kebijakan pengurangan hari kerja sektor publik diterapkan pemerintah. (Facebook.com @Anura Kumara Dissanayake)

NEWS SUMMARY:

  • Harga petrol Sri Lanka naik menjadi Rs.398 dan diesel Rs.382 per Jumat 21/03/2026 akibat tekanan harga minyak global.
  • Penurunan wisatawan harian mencapai 39% pada Maret 2026 menunjukkan dampak langsung krisis energi terhadap sektor ekonomi.
  • Pemerintah memperketat distribusi LPG dan pupuk impor untuk mencegah gangguan ketahanan pangan nasional akibat krisis energi.

24JAMNEWS.COM - Bagaimana kehidupan masyarakat berubah ketika bahan bakar harus dijatah dan listrik mulai dibatasi?

Mampukah Sri Lanka menghindari krisis sosial baru di tengah tekanan energi global yang kembali meningkat?

Krisis energi Sri Lanka kembali menjadi sorotan internasional setelah pemerintah menerapkan pembatasan konsumsi bahan bakar akibat terganggunya jalur distribusi minyak global.

Baca Juga: Rencana Impor 105000 Kendaraan Koperasi Merah Putih Picu Pertanyaan Efektivitas Investasi Danantara

Kebijakan tersebut menjadi langkah antisipasi untuk mencegah kelumpuhan ekonomi seperti yang pernah terjadi dalam krisis nasional beberapa tahun sebelumnya.

Situasi ini juga menjadi ujian ketahanan sosial masyarakat yang harus beradaptasi dengan pembatasan mobilitas dan kenaikan biaya hidup.

Sistem Penjatahan Digital BBM Mengubah Pola Mobilitas Masyarakat Perkotaan Sri Lanka

Sistem QR Code yang diterapkan pemerintah sejak Sabtu (15/03/2026) membuat masyarakat harus merencanakan penggunaan kendaraan secara lebih ketat.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Potensi Pemborosan 30 Persen APBN, Reformasi Belanja Negara Jadi Fokus Kebijakan Fiskal

Pembatasan kuota bahan bakar mendorong peningkatan penggunaan transportasi umum dan pengurangan perjalanan tidak mendesak.

Kementerian Energi Sri Lanka menyatakan pengawasan digital diperlukan untuk mencegah penimbunan ilegal di tengah lonjakan harga minyak global.

Kebijakan Penghematan Energi Pemerintah Berdampak Langsung Pada Aktivitas Pendidikan Nasional

Penetapan hari Rabu sebagai hari libur tambahan membuat aktivitas pendidikan beralih ke model terbatas untuk mengurangi konsumsi energi transportasi.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Aktivis Andrie Yunus, Prabowo Pastikan Hadir Lindungi Kebebasan Sipil dan Hak Warga

Prabath Chandrakeerthi sebagai Komisaris Jenderal Layanan Esensial menyatakan kebijakan ini bagian dari strategi nasional penghematan bahan bakar.

Halaman:

Tags

Terkini