internasional

Harga Energi Naik Tajam, Dunia Waspada Dampak Inflasi dan Ancaman Perlambatan Ekonomi Global

Rabu, 1 April 2026 | 09:20 WIB
CEO BlackRock, Larry Fink.Pergerakan pasar energi global menjadi perhatian setelah prediksi harga minyak bisa mencapai 150 Dolar AS memicu risiko resesi. (Dok. Blackrock.com)

24JAMNNEWS.COM - Jika harga minyak melonjak ke level ekstrem, apakah dampaknya hanya terasa di pasar energi global?

Atau justru akan langsung memukul biaya hidup, harga pangan, dan stabilitas ekonomi masyarakat produktif dunia?

Peringatan CEO Larry Fink dari korporasi investasi global BlackRock mengenai potensi harga minyak 150 Dolar AS memicu perhatian pelaku pasar.

Baca Juga: Target Tiba Oktober 2026 Kapal Induk Giuseppe Garibaldi untuk Misi Kemanusiaan dan Komando Operasi Regional

Ia menilai lonjakan biaya energi berpotensi menciptakan efek domino terhadap sektor transportasi, manufaktur, hingga konsumsi rumah tangga global.

Lonjakan Harga Minyak Bisa Picu Kenaikan Biaya Hidup Global

Larry Fink menyebut harga minyak yang tinggi akan meningkatkan biaya logistik dan transportasi yang akhirnya mendorong kenaikan harga barang konsumsi.

Kenaikan biaya distribusi dinilai dapat memicu inflasi pangan global karena rantai pasok sangat bergantung pada energi fosil.

Baca Juga: KBLI 2025 Diterapkan, Ini Manfaatnya Bagi Pengusaha dan Investor dalam Ekosistem Perizinan Usaha

Kondisi ini dinilai paling terasa bagi kelompok usia produktif yang memiliki pengeluaran rutin tinggi dan sensitif terhadap inflasi.

Industri Manufaktur Hadapi Tekanan Biaya Produksi dan Margin Usaha

Harga energi yang mahal berpotensi meningkatkan biaya bahan baku dan operasional industri menurut analisis Fink.

Kenaikan biaya produksi dapat menekan margin keuntungan korporasi sehingga berpotensi menahan ekspansi bisnis dan perekrutan tenaga kerja.

Baca Juga: Indonesia Desak Investigasi Transparan Terkait Serangan ke UNIFIL yang Tewaskan Prajurit Kontingen Garuda

Risiko tersebut dapat memperlambat pertumbuhan sektor industri yang menjadi penggerak utama ekonomi global.

Konsumsi Rumah Tangga Terancam Turun Akibat Pendapatan Riil Tertekan

Larry Fink menilai lonjakan harga energi akan menurunkan pendapatan riil masyarakat karena pengeluaran rutin meningkat.

Halaman:

Tags

Terkini