internasional

Selat Hormuz Terganggu IMF Sebut Harga Global Sulit Turun Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 15 April 2026 | 09:45 WIB
Direktur IMF Kristalina Georgieva mengatakan mengatakan geopolitik di Timur Tengah berdampak luas pada stabilitas ekonomi globalDok. Instagram @Kristalina.georgieva (Dok. Instagram @Kristalina.georgieva)

NEWS SUMMARY:

  • Dunia berpotensi memasuki era biaya hidup tinggi yang berlangsung lebih lama dari konflik
  • Blokade Selat Hormuz ganggu 20% pasokan energi dunia dan picu volatilitas harga
  • Ketidakpastian geopolitik memperpanjang tekanan inflasi dan menunda normalisasi harga global

24JAMNEWS.COM - Mengapa perang yang mulai mereda tetap meninggalkan dampak panjang bagi ekonomi global?

Apakah dunia sedang memasuki era baru biaya hidup tinggi yang sulit kembali normal?

Konflik Timur Tengah Picu Tekanan Harga Global Berkepanjangan

Pernyataan International Monetary Fund menyoroti dampak jangka panjang konflik terhadap stabilitas harga global.

Baca Juga: Kerja Sama Indonesia Rusia 2026 Fokus Ekonomi Militer Dan Teknologi Ini Kata Prabowo Dan Putin

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menegaskan harga tidak akan cepat kembali ke level sebelum perang.

Ia menilai tekanan ekonomi global masih akan berlangsung meski gencatan senjata tercapai.

Selat Hormuz Jadi Titik Kritis Distribusi Energi Dunia

Ketegangan geopolitik meningkat setelah blokade di Selat Hormuz diberlakukan.

Baca Juga: Minat 19 Korporasi Pada Lelang MT Arman 114 Tunjukkan Potensi Besar Sektor Migas Indonesia Saat Ini

Selat ini mengalirkan hampir 20% pasokan energi dunia sehingga gangguan langsung memicu volatilitas harga global.

Penutupan jalur ini memperburuk rantai pasok yang sudah tertekan sejak konflik dimulai.

Ketidakpastian Politik Global Hambat Pemulihan Ekonomi Dunia

Kegagalan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran memperbesar ketidakpastian global.

Baca Juga: Transparansi dan Integritas Jadi Fokus OJK Dalam Reformasi Pasar Modal Indonesia Tahun 2026

Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali meningkat dalam waktu dekat.

IMF menilai ketidakpastian tersebut menjadi faktor utama yang menghambat pemulihan ekonomi dunia.

Halaman:

Tags

Terkini