NEWS SUMMARY
- Kampung Pasir Makam di Cianjur dikenal karena rumah warga berdampingan dengan area pemakaman umum tanpa rasa takut atau tabu.
- Warga menyebut jenazah baru sebagai “warga baru”, menunjukkan penerimaan budaya atas kematian sebagai bagian kehidupan.
- Fenomena ini menggambarkan harmoni sosial yang lahir dari kearifan lokal dan penerimaan spiritual masyarakat pedesaan Sunda.
24JAMNEWS.COM - Bagaimana Anda akan hidup sehari-hari jika pintu rumah Anda menghadap deretan pusara?
Di Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, terdapat sebuah pemukiman yang memantik rasa kagum sekaligus haru.
Kampung Pasir Makam. Kampung ini berdiri di antara dan dikelilingi oleh makam umum yang menjadi bagian sehari-hari kehidupan warga.
Baca Juga: Citapen Ciamis Jawa Barat Simpan Lukisan Batu Tangan Manusia Purba 7.000 Tahun
Lokasi pemukiman unik tersebut berada di Dusun Pasir Makam, Desa Cidadap.
Kehidupan Sehari-hari Terjalin dengan Kuburan
Warga telah hidup puluhan tahun berdampingan dengan area pemakaman.
Beberapa keluarga bahkan sudah menetap di sana lebih dari 70 tahun.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 2026 Capai 5,33 Persen, BI: Bisa Tembus 5,4 Persen Bila Belanja Cepat
Anak-anak bermain di sela-sela nisan, warga bercocok tanam di area kampung yang bersinggungan langsung dengan makam; garis batas antara “hidup” dan “keabadian” terasa samar.
Pandangan Warga Lokal Tentang Kedekatan dengan Makam
Bagi warga Kampung Pasir Makam, makam bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, melainkan bagian lingkungan yang akrab.
Sering mereka menyebut jenazah yang baru dimakamkan sebagai “warga baru” yang bergabung ke komunitas kampung.
Baca Juga: Waspada Modus Baru: Akun Palsu Gunakan Nama Hashim Djojohadikusumo untuk Investasi Bodong
Fenomena tersebut menggambarkan tingkat penerimaan sosial yang tinggi.