• Sabtu, 18 April 2026

Pertumbuhan Ekonomi 2026 Capai 5,33 Persen, BI: Bisa Tembus 5,4 Persen Bila Belanja Cepat

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Jumat, 14 November 2025 | 07:00 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memaparkan proyeksi ekonomi 2026 dengan pertumbuhan 5,33% dan inflasi 2,62%. (Facebook.com @Bank Indonesia)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memaparkan proyeksi ekonomi 2026 dengan pertumbuhan 5,33% dan inflasi 2,62%. (Facebook.com @Bank Indonesia)

NEWS SUMMARY 

  • Bank Indonesia proyeksikan pertumbuhan ekonomi 5,33% dan inflasi 2,62% pada 2026, mencerminkan stabilitas makro.
  • Gubernur BI Perry Warjiyo menilai pertumbuhan bisa menembus 5,4% bila belanja fiskal dipercepat.
  • Presiden Prabowo menargetkan ekonomi tumbuh 8% pada 2029, jadi tolok ukur kebijakan fiskal dan moneter.

24JAMNEWS.COM - Apakah ekonomi Indonesia benar-benar siap tumbuh lebih cepat di tengah perubahan kebijakan dan pemerintahan baru?

Bank Indonesia yakin, tahun depan pertumbuhan bisa menembus 5,33 persen dengan inflasi tetap terkendali.

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,33 persen pada 2026, seiring dengan stabilnya inflasi di kisaran 2,62 persen dan penguatan fundamental ekonomi nasional.

Baca Juga: Tambang Ilegal di Hutan Lindung Bangka Tengah Rugikan Negara Hingga Rp 12,9 Triliun

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan proyeksi tersebut dalam rapat bersama DPR pada Rabu, 12 November 2025, sebagai bagian dari pembahasan anggaran BI tahun depan.

Menurut Perry, pertumbuhan ekonomi bahkan berpotensi menembus target pemerintah sebesar 5,4 persen apabila realisasi belanja fiskal dapat dijalankan lebih cepat oleh pemerintah.

Belanja Fiskal Jadi Penentu Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi

Perry Warjiyo menegaskan bahwa percepatan realisasi belanja fiskal akan menjadi faktor kunci dalam memperkuat momentum pemulihan ekonomi di tahun depan.

Baca Juga: IHSG Naik 0,26 Persen ke 8.388, Saham TRON dan BELL Melejit hingga 34 Persen

“Jika belanja fiskal dapat dijalankan lebih cepat, maka pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,4%,” ujar Perry dalam paparannya di hadapan anggota DPR.

Ia menjelaskan, kebijakan fiskal yang efektif akan mempercepat perputaran ekonomi nasional, meningkatkan konsumsi rumah tangga, serta memperluas peluang investasi korporasi domestik dan asing.

Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Fokus Bank Sentral

Selain proyeksi pertumbuhan, BI memperkirakan nilai tukar rupiah pada 2026 akan berada pada rata-rata Rp16.430 per dolar AS, dengan inflasi terjaga di kisaran 2,62 persen.

Baca Juga: 7 Karuhun dan Satu Musyawarah: Inilah Asal Usul Kampung Adat Banceuy di Subang

Menurut Perry, angka tersebut mencerminkan keberlanjutan stabilitas ekonomi nasional yang selama ini menjadi fokus utama kebijakan moneter BI.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X