NEWS SUMMARY:
- Mata air Cikawali menjadi pusat ritual kerajaan kuno dan kini dikelola sebagai destinasi wisata budaya Ciamis.
- Pemkab Ciamis dan komunitas lokal menata fasilitas untuk menjaga kelestarian situs Astana Gede.
- Cikawali tetap mengalir meski kemarau, menarik perhatian peneliti, peziarah, dan wisatawan.
24JAMNEWS.COM - Apakah Anda pernah menapaki jejak kerajaan kuno melalui sebuah mata air yang tersembunyi di kaki gunung?
Di Desa Kawali, Kabupaten Ciamis, sebuah mata air kuno bernama Cikawali berdiam di kompleks situs Astana Gede Kawali dan kini menjadi tempat ziarah sekaligus wisata budaya yang sarat makna.
Cikawali diperkirakan sebagai bekas tempat mandi para ratu sekaligus bangsawan kerajaan zaman Kerajaan Galuh yang memerintah di Kawali.
Baca Juga: Krisis Keamanan Pangan MBG: 48 Persen Kasus Berasal dari Program Gizi Anak Sekolah
Kolamnya berdiameter sekitar lima meter dan berada di kawasan yang sama dengan prasasti-prasasti batu peninggalan raja-raja Galuh.
Mata air ini yang “tak pernah surut” bahkan di musim kemarau menjadi daya tarik tersendiri.
Penelitian menunjukkan bahwa urat air Cikawali diduga terhubung langsung ke kaki Gunung Sawal, sehingga suplai airnya tetap terjaga.
Baca Juga: Banjir Lumpur Pomalaa 2025: WALHI Minta Pemerintah Hentikan Aktivitas Industri Berisiko Tinggi
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Budi Kurnia, menyatakan bahwa situs Astana Gede banyak menyimpan artefak kerajaan yang penting.
Seperti enam prasasti Kawali yang menegaskan Kawali sebagai pusat Galuh.
Kini, Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama komunitas lokal seperti Asosiasi Jagat Palaka sedang melakukan upaya pemulihan dan penataan fasilitas di Cikawali.
Baca Juga: BPS Catat Penurunan Harga Beras 1,12 Persen, Pemerintah Gandakan Stok Jelang Nataru
Termasuk rencana penyediaan area bermain anak agar kunjungan semakin nyaman.