• Sabtu, 18 April 2026

Seberapa Penting Cikawali Bagi Kerajaan Galuh? Ini Catatan Sejarah dan Angkanya

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Minggu, 16 November 2025 | 07:00 WIB
Mata air Cikawali di Astana Gede Kawali, pusat ritual Kerajaan Galuh yang tetap mengalir hingga kini. (Dok. 24JNN/ Rizal Amirullah)
Mata air Cikawali di Astana Gede Kawali, pusat ritual Kerajaan Galuh yang tetap mengalir hingga kini. (Dok. 24JNN/ Rizal Amirullah)

Budayawan Kawali Enno pun mengingatkan bahwa pemahaman terhadap mitos di Cikawali perlu diluruskan,

Misalnya, bukan sekadar mandi atau membuang koin sembarangan, melainkan refleksi syukur terhadap sumber daya yang bukan sepenuhnya milik pribadi.

Baca Juga: Survey Warga Sebut Debit Air Turun: Aksi Penolakan PT BSI Makin Menguat di Pesanggaran

Dengan demikian, Cikawali tidak hanya sebuah objek wisata air belaka, tetapi titik temu antara sejarah, budaya, spiritualitas dan pelestarian alam.

Pola pengunjung yang semakin meningkat mendorong pentingnya pengelolaan yang berkelanjutan agar warisan ini tetap lestari untuk generasi mendatang.

Lokasi Strategis di Kawali dan Hubungannya dengan Kerajaan Galuh

Situs Astana Gede terletak di Dusun Indrayasa, Desa Kawali — sekitar 27 km dari pusat Kota Ciamis.

Baca Juga: Fit and Proper Test yang Dilakukan OJK Gagalkan 3 Nama Pengurus Baru Bank BJB

Kawali pernah menjadi ibu kota kerajaan Galuh pada abad ke-14 hingga ke-15 sebelum pusat kekuasaan dipindah.

Fungsi Mata Air Sebagai Tempat Ritual dan Penyucian

Kolam Cikawali dulunya digunakan oleh bangsawan untuk mandi ritual sebelum prosesi adat atau pemerintahan.

Masyarakat Sunda mengenali mata air sebagai simbol kesucian dan penghubung antara manusia dengan alam serta leluhur.

Baca Juga: 70 Tahun Hidup Berdampingan dengan Makam, Warga Kampung Pasir Makam Cianjur Tetap Damai

Fenomena Alam dan Mitologi Mata Air yang Tak Pernah Surut

Keunikan arkeologi dan geologi Cikawali menarik perhatian karena tetap mengalir di musim kemarau.

Keyakinan lokal menyebut terdapat tujuh mata air di bawahnya yang menyambung ke Gunung Sawal.

Upaya Konservasi dan Pengembangan Wisata Religi di Cikawali

Pemerintah kabupaten dan pihak terkait melihat kawasan ini sebagai potensi wisata religi dan sejarah yang harus dikelola secara hati-hati.

Baca Juga: Kerusakan Hutan Tumpangpitu Disorot Warga Pesanggaran dalam Aksi Tolak Tambang PT BSI

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X