24JAMNEWS.COM - Mampukah pencak silat benar-benar menembus panggung Olimpiade dunia dalam waktu dekat?
Siapa sosok yang mampu melanjutkan misi besar yang belum tuntas ini?
Pergantian kepemimpinan di IPSI menjadi momentum penting, namun apakah transisi ini akan mempercepat atau justru menghambat langkah menuju pengakuan global?
Tongkat Estafet Kepemimpinan IPSI Menuju Target Olimpiade Dunia Mendatang
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PB IPSI dalam Munas XVI di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Keputusan tersebut menandai akhir kepemimpinan selama lima periode atau lebih dari tiga dekade dalam organisasi pencak silat nasional.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan pesan strategis kepada calon penerusnya agar fokus membawa pencak silat ke Olimpiade sebagai target jangka panjang.
Baca Juga: Harga BBM Naik Atau Tidak, DPR Ingatkan Risiko Inflasi Dan Daya Beli Melemah Tahun Ini
Target Olimpiade Jadi Agenda Besar yang Belum Tercapai Hingga Kini
Prabowo mengakui bahwa selama masa jabatannya, pencak silat belum berhasil masuk sebagai cabang olahraga resmi Olimpiade.
Namun, ia tetap optimistis bahwa peluang tersebut masih terbuka jika kepemimpinan berikutnya mampu melanjutkan perjuangan secara konsisten.
“ Saya minta maaf belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade, tetapi saya yakin pengganti saya akan mampu mewujudkannya,” ujar Prabowo.
Prestasi Global Atlet Pencak Silat Indonesia Jadi Modal Kuat Diplomasi
Dalam beberapa dekade terakhir, atlet pencak silat Indonesia mencatatkan prestasi signifikan di berbagai kejuaraan internasional.
Medali emas, perak, dan perunggu yang diraih menjadi bukti bahwa pencak silat memiliki daya saing global yang tidak bisa dipandang sebelah mata.