• Sabtu, 18 April 2026

Dari Kejurda hingga Pelatnas: 8 Tahapan yang Dilalui Andi Jerni Sebelum Tampil di SEA Games 2025 Thailand

Photo Author
Banny Rachman, 24jamnews.com
- Jumat, 5 Desember 2025 | 23:47 WIB
Andi Jerni, atlet kickboxing 26 tahun, menunjukkan tekadnya untuk Indonesia saat pelepasan kontingen SEA Games 2025. (Instagram.com @andijerni)
Andi Jerni, atlet kickboxing 26 tahun, menunjukkan tekadnya untuk Indonesia saat pelepasan kontingen SEA Games 2025. (Instagram.com @andijerni)

24JAMNEWS.COM - Atlet muda bernama Andi Jernih, atau lengkapnya Andi Mesyara Jerni Maswara, 26 tahun, cabang olahraga kick boxing asal Jawa Barat.

Perawakannya sederhana, tetapi semangatnya memancarkan sesuatu yang besar yaitu sebuah tekad untuk mengharumkan nama Indonesia di ajang Sea Games ke 33 di Thailand.

Alter perempuan ini tidak mampu menyembunyikan rasa syukur dan harunya usai pelepasan kontingen Indonesia menuju Sea Games Thailand Tahun 2025 di Istana Merdeka oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Baca Juga: Prabowo Minta Atlet Kumandangkan Indonesia Raya, Fokus Tangani Musibah Sumatera Tetap Diutamakan

Hari itu menjadi salah satu momen yang tidak pernah ia bayangkan akan terjadi dalam perjalanan hidupnya.

“Perasaannya syukur Alhamdulillah, saya sangat bangga sekali, saya sangat senang dan saya merasa benar-benar ini kesempatan yang luar biasa ketemu dengan Bapak Presiden."

"Dengan saya jadi atlet, saya dapat kesempatan ini, saya sangat bersyukur sekarang,” ujarnya di Istana Merdeka Jakarta, Jumat, (5/12/2025).

Baca Juga: Kebun Teh Pangalengan Dirusak, Pemerintah Soroti Ancaman Banjir dan Longsor di Bandung Selatan

Ia bercerita bahwa salah satu pengalaman paling membuatnya merinding adalah ketika menyadari bahwa ia dan rekan-rekannya yang hadir pada kesempatan itu mewakili ratusan juta rakyat Indonesia.

“Salah satunya adalah di antara kurang lebih 300 juta rakyat Indonesia, kami yang ada di sini mewakili orang-orang itu semua, itu benar-benar menjadi kesan yang mendorong, memotivasi,” katanya.

Tidak ada atlet besar yang lahir dalam semalam, dan Andi memahami itu.

Baca Juga: Purbaya Soroti 20 Tahun Masalah Perizinan Yang Tak Selesai dan Pengaruhnya Terhadap Investasi

Perjalanannya dimulai dari gelanggang-gelanggang kecil di daerah, tempat ia harus membuktikan bahwa dirinya pantas naik ke level berikutnya.

Setiap turnamen adalah batu loncatan, setiap kekalahan adalah pelajaran, dan setiap kemenangan adalah bahan bakar untuk melangkah lebih jauh.

“Prosesnya cukup panjang sekali, jadi yang pertama kita harus ikut kejuaraan daerah dulu, terus setelah kejuaraan daerah kita ikut kejuaraan provinsi, terus ikut PON."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X