NEWS SUMMARY:
- Pemerintah perluas fokus ketahanan pangan dari beras menuju protein guna tingkatkan kualitas gizi dan daya saing sumber daya manusia.
- Potensi ikan sebagai sumber protein dinilai penting dalam strategi ekonomi maritim sekaligus mendukung kesejahteraan sektor perikanan nasional.
- Arahan Presiden tekankan kerja produktif, efisien dan cepat agar target swasembada pangan dan protein dapat tercapai optimal.
24JAMNEWS.COM - Apakah Indonesia benar-benar siap melompat dari swasembada beras menuju swasembada protein nasional yang lebih kompleks?
Mengapa pemerintah kini mengalihkan fokus ketahanan pangan ke sektor protein yang dinilai menentukan kualitas generasi produktif masa depan?
Presiden Prabowo Subianto mulai mengarahkan agenda baru ketahanan pangan nasional dengan target swasembada protein setelah capaian swasembada beras dinilai stabil.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan 70 Persen Perdagangan Asia Timur Lewat Indonesia, Ini Penjelasan Presiden Prabowo
Arahan itu disampaikan dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Negara, Rabu (8/4/2026), yang diikuti jajaran kabinet, pimpinan kementerian, serta direksi korporasi BUMN strategis.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah ingin memperluas kemandirian pangan dengan memperkuat komoditas bernilai gizi tinggi, terutama sumber protein nasional.
Pemerintah Mulai Alihkan Fokus Dari Swasembada Beras Menuju Protein Nasional
Pemerintah menilai ketahanan pangan tidak cukup hanya diukur dari ketersediaan karbohidrat, tetapi juga dari kecukupan protein yang memengaruhi kualitas kesehatan masyarakat produktif.
Prasetyo Hadi menyatakan keberhasilan swasembada beras harus dijaga sekaligus ditingkatkan melalui diversifikasi komoditas pangan yang berorientasi pada perbaikan gizi nasional.
"Kita harus mempertahankan dan meningkatkan swasembada pangan kita, karena yang berhasil baru di bidang beras, dan kita ingin menuju keberhasilan komoditas selain beras," kata Prasetyo.
Langkah ini sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia yang sebelumnya menempatkan perbaikan gizi sebagai faktor penting meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.
Potensi Sektor Kelautan Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Protein Indonesia Kedepan
Pemerintah menempatkan sektor kelautan sebagai tulang punggung swasembada protein karena Indonesia memiliki sumber daya ikan yang besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan optimal.
Artikel Terkait
Evaluasi Menteri Ekonomi Dinilai Penting Jaga Momentum Pertumbuhan dan Stabilitas Ekonomi Tahun 2026
Risiko Capital Outflow Intai Rupiah, Konflik Global Disebut Bisa Tekan Stabilitas Ekonomi Lebih Dalam
Anthony Budiawan Beberkan Data Utang dan Devisa, Ini Dampaknya Terhadap Nilai Tukar Rupiah Terkini
Anggaran Rp3,2 Triliun untuk Motor BGN Jadi Sorotan, Bagaimana Mekanisme Pengadaan Pemerintah Diawasi Publik
Pengadaan Motor Program Pemerintah Jadi Perhatian, CBA Nilai Harga Tidak Wajar Perlu Penyelidikan
Konsolidasi Logistik Jadi Model Transformasi Korporasi Negara Lebih Sehat Dan Kompetitif Global
Konflik Geopolitik Dorong Harga Minyak Dunia Naik, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi dan Investor Domestik
Airlangga Hartarto Ungkap Manfaat B50, dari Efisiensi Subsidi Hingga Transisi Energi Ramah Lingkungan Masa Depan
Bahlil Lahadalia Ungkap Strategi Diversifikasi Impor LPG Hadapi Risiko Krisis Energi Akibat Konflik Global
Prabowo Beberkan Cadangan Energi Indonesia dari Batu Bara Hingga Biofuel untuk Kurangi Ketergantungan Impor BBM