Langkah ini juga didorong oleh arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada energi nasional.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Praktik Ilegal Hutan Meski Aparat Hadapi Ancaman di Lapangan
“Kita akan berdayakan sumber daya alam yang kita punya, sehingga swasembada energi bisa tercapai,” kata Bahlil.
Selain itu, efisiensi distribusi dan optimalisasi infrastruktur energi menjadi fokus utama kebijakan pemerintah.
Stok BBM dan LPG Aman untuk Jangka Pendek Nasional
Pemerintah memastikan stok BBM cukup untuk 20 hari ke depan, sementara LPG tersedia untuk sekitar 10 hari.
Ketersediaan ini dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dalam jangka pendek di tengah ketidakpastian global.
Bahlil menyebut bahwa Indonesia telah melewati fase krisis awal dan suplai energi tetap terkendali.
Kondisi ini diharapkan mampu meredam potensi kepanikan pasar dan masyarakat.
Baca Juga: DPR Minta Evaluasi Usulan Kenaikan BBM, Soroti Dampak Ekonomi Dan Stabilitas Fiskal Indonesia
Kebijakan Subsidi Energi Jadi Penyangga Stabilitas Ekonomi Nasional
Sejak beberapa tahun terakhir, subsidi energi menjadi instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat.
Berbagai laporan media arus utama mencatat bahwa kebijakan ini sering diuji saat harga minyak dunia mengalami lonjakan.
Namun pemerintah tetap mempertahankan subsidi sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.
Keputusan tidak menaikkan harga BBM subsidi menunjukkan prioritas pemerintah terhadap perlindungan masyarakat luas.****