• Sabtu, 18 April 2026

Mengapa Ekonomi Indonesia Dinilai Tangguh, Ini Penjelasan Airlangga dan Data Resmi Terbaru Pemerintah

Photo Author
Tim 24 Jam News, 24jamnews.com
- Selasa, 14 April 2026 | 23:00 WIB
Menko Airlangga Hartarto menyatakan ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah tekanan global dengan pertumbuhan di atas 5 persen tahun ini.  (Dok. Bakom RI)
Menko Airlangga Hartarto menyatakan ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah tekanan global dengan pertumbuhan di atas 5 persen tahun ini. (Dok. Bakom RI)

24JAMNEWS.COM - Apakah ekonomi Indonesia benar-benar kebal dari ancaman resesi global saat ini?

Mengapa indikator makro menunjukkan ketahanan, meski tekanan dunia terus meningkat signifikan?

Ekonomi Indonesia Tumbuh Stabil di Tengah Tekanan Global yang Berlanjut

Ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan kuat di tengah ketidakpastian global dengan pertumbuhan mencapai 5,11 persen pada 2025, tertinggi kedua di kelompok G20 setelah India.

Baca Juga: Tiga Strategi Utama ASEAN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Stabilitas Kawasan di Tengah Tekanan Global

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menegaskan kondisi ini jauh berbeda dibanding krisis 1998 yang ditandai instabilitas makro ekonomi.

Ia menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat mencapai kisaran 5,3 persen, bahkan kuartal I 2026 diproyeksikan menyentuh 5,5 persen.

Proyeksi tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan global yang diperkirakan hanya berada di kisaran 2,6 hingga 3,3 persen menurut lembaga internasional.

Baca Juga: Perdagangan Indonesia Rusia Naik 12 Persen, BRICS Jadi Katalis Kerja Sama Ekonomi Baru Global

Fundamental Domestik Kuat Jadi Penopang Utama Stabilitas Ekonomi Nasional

Kekuatan ekonomi domestik menjadi faktor utama ketahanan Indonesia dengan kontribusi konsumsi dalam negeri mencapai sekitar 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto.

Airlangga menjelaskan bahwa struktur ekonomi yang berbasis domestik membuat Indonesia relatif tahan terhadap guncangan eksternal dibanding negara lain.

Selain itu, stabilitas sektor pangan dan energi turut memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Baca Juga: Kegagalan Negosiasi AS - Iran Jadi Sinyal Bahaya, Indonesia Diminta Perkuat Strategi Hadapi Dampak Global

Pemerintah juga mencatat keberhasilan swasembada beras sejak 2025 dengan produksi mencapai 34,7 juta ton dan cadangan Bulog mencapai 4,6 juta ton.

Risiko Resesi Rendah dan Defisit Fiskal Tetap Terkendali Nasional

Berdasarkan laporan Bloomberg, probabilitas Indonesia mengalami resesi hanya sekitar 5 persen, jauh lebih rendah dibanding negara besar seperti Amerika Serikat dan Jepang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X