24JAMNEWS.COM - Apakah transparansi pasar modal Indonesia kini benar-benar berubah signifikan bagi investor domestik dan global?
Mampukah reformasi terbaru OJK memulihkan kepercayaan investor dan meningkatkan daya saing pasar ekuitas nasional?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat reformasi pasar modal Indonesia dengan fokus pada transparansi, tata kelola, dan integritas untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan reformasi dilakukan konsisten bersama pemangku kepentingan untuk menjaga daya saing pasar ekuitas Indonesia di tingkat global.
Langkah ini dinilai krusial di tengah dinamika global dan meningkatnya tuntutan investor terhadap keterbukaan informasi serta praktik tata kelola yang lebih akuntabel.
Penguatan Transparansi Pasar Modal Indonesia Melalui Kebijakan Terbaru OJK
OJK mulai mempublikasikan nama pemegang saham dengan kepemilikan di atas satu persen melalui Bursa Efek Indonesia sejak Senin (3/3/2026).
Data tersebut disajikan setiap bulan bekerja sama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai upaya membuka akses informasi yang lebih luas kepada investor.
Friderica Widyasari Dewi menegaskan langkah ini penting untuk meningkatkan transparansi dan menyelaraskan praktik pasar domestik dengan standar global yang berlaku.
Perubahan Struktur Investor dan Free Float Dorong Likuiditas Pasar
OJK memperluas klasifikasi investor dari sembilan kategori menjadi 39 jenis yang mulai berlaku sejak April 2026 untuk meningkatkan akurasi data pasar.
Baca Juga: Pertemuan Kremlin Ungkap Peluang Besar Kerja Sama Indonesia Rusia Di Sektor Strategis Global
Selain itu, batas minimum free float dinaikkan dari 7,5 persen menjadi 15 persen efektif sejak Senin (31/3/2026) guna meningkatkan likuiditas saham.
Kebijakan ini diharapkan mendorong distribusi kepemilikan saham lebih merata sekaligus memperkuat stabilitas dan efisiensi perdagangan di pasar modal Indonesia.
Artikel Terkait
Harga BBM Subsidi Tetap Stabil di Tengah Tekanan Global, Ini Upaya Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor
Selat Hormuz Jadi Sorotan Dinia, Rusia Tawarkan Mediasi Saat Negosiasi Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil
Vladimir Putin Ambil Peran Baru Mediasi Timur Tengah Saat Konflik AS - Iran Gagal Capai Kesepakatan Strategis
Ketegangan AS - Iran Meningkat Setelah Negosiasi Gagal, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi Indonesia ke Depan
Diplomasi Amerika Serikat Iran Kembali Buntu, Indonesia Waspadai Dampak Energi dan Gejolak Ekonomi Global
Kenapa IHSG Tidak Ikut Naik Saat Pasar Global Menguat, Ini Penjelasan Lengkap Analis Terbaru
Pertemuan Prabowo dan Putin Percepat Aksesi Indonesia ke BRICS, Peluang Baru Ekonomi Global
Keanggotaan BRICS Indonesia Dibahas Putin dan Prabowo, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi Dan Geopolitik Global
Di Tengah Ancaman Resesi Global, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen dan Tetap Stabil Hingga 2026
Apa Dampak Pertemuan Prabowo Putin Bagi Ekonomi Indonesia Dan Hubungan Strategis Rusia Ke Depan