24JAMNEWS.COM - Apakah keanggotaan Indonesia di BRICS benar-benar membuka peluang ekonomi baru yang signifikan?
Bagaimana arah kerja sama strategis Indonesia-Rusia di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks?
Indonesia Masuk BRICS Membuka Peluang Ekonomi Strategis Baru Global
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keanggotaan Indonesia dalam BRICS sejak 2025 membuka peluang baru untuk memperkuat kerja sama ekonomi strategis kedua negara.
Pernyataan itu disampaikan Putin usai pertemuan bilateral dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kremlin pada Jumat (13/4/2026), yang menyoroti arah baru hubungan ekonomi global.
Putin mengatakan, “Indonesia sudah menjadi anggota BRICS, hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama,” sekaligus mengisyaratkan potensi integrasi dengan Uni Ekonomi Eurasia.
Perdagangan Rusia Indonesia Naik Dua Belas Persen Tahun 2025
Putin mengungkapkan bahwa hubungan ekonomi Rusia dan Indonesia menunjukkan tren positif dengan peningkatan perdagangan sebesar 12 persen sepanjang 2025.
Baca Juga: Keanggotaan BRICS Jadi Momentum Indonesia Perkuat Diplomasi Ekonomi dan Pengaruh Global
Kenaikan ini mencerminkan penguatan hubungan bilateral yang sebelumnya telah terjalin stabil, terutama di sektor perdagangan komoditas dan energi strategis.
Putin menegaskan komitmen Rusia untuk terus meningkatkan kemitraan ekonomi, dengan fokus pada solusi konkret guna memperluas volume perdagangan bilateral ke depan.
Kerja Sama Energi Militer dan Pendidikan Jadi Prioritas Bersama
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara mulai membahas penguatan kerja sama lintas sektor strategis, termasuk energi, militer, pendidikan, hingga industri farmasi.
Baca Juga: Putin Tawarkan Mediasi Timur Tengah Setelah Kebuntuan Negosiasi Iran dan AS Memicu Kekhawatiran
Putin menyebut hubungan antara kementerian luar negeri kedua negara berjalan baik dan aktif dalam berbagai forum global, memperkuat posisi diplomasi ekonomi Indonesia.
“Kerja sama mencakup energi, antariksa, pertanian, industri, dan farmasi,” ujar Putin, menegaskan diversifikasi kolaborasi sebagai strategi jangka panjang.