internasional

100 Persen Tarif Baru Amerika Serikat Terancam Batal, Negosiasi dengan Tiongkok Terus Berlanjut

Selasa, 28 Oktober 2025 | 10:30 WIB
Bursa saham Asia menguat setelah kabar positif negosiasi perdagangan AS–Tiongkok mencairkan tensi global. (Facebook.com @Donald J. Trump)

Ia mengakui langkah tersebut berdampak luas pada sektor global, termasuk mobil listrik dan semikonduktor.

Baca Juga: PSMTI Anugerahkan Award Kepada Pendiri dan Pengurus Selama 25 Tahun di Rakernas

“Ini bukan hanya soal dua negara, tetapi juga soal keseimbangan rantai pasok dunia,” kata Li, dikutip dari Reuters (26/10/2025).

Misi Politik Dan Ekonomi Trump Menuju Asia Timur

Kunjungan Presiden Donald Trump ke Asia selama lima hari menjadi bagian dari upaya diplomasi ekonomi.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menjelaskan bahwa pertemuan langsung antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Seoul pada 30 Oktober mendatang menjadi fokus utama.

Baca Juga: Utang Kereta Cepat Whoosh Rp120 Triliun, Pemerintah Pilih Restrukturisasi Tak Sentuh APBN

“Pertemuan itu bersifat informal namun sangat penting secara simbolik untuk menjaga komunikasi kedua pemimpin,” ujar Bessent di Washington (22/10/2025), sebagaimana dilaporkan Reuters.

Menurut sumber dari Gedung Putih, pertemuan tersebut kemungkinan akan membahas perpanjangan tarif yang berlaku.

Juga peningkatan ekspor pertanian AS ke Tiongkok, serta pelonggaran ekspor chip komputer berteknologi tinggi.

Baca Juga: Buronan Wanaartha Life Diduga Punya Rumah Rp70 Miliar di Kawasan Mewah Beverly Hills AS

Pasar Global Merespons Positif Isyarat Redanya Ketegangan

Kabar positif dari Kuala Lumpur disambut penguatan tipis di bursa saham Asia dan Amerika.

Indeks Nikkei 225 naik 0,6 persen, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 0,4 persen setelah laporan kemajuan negosiasi.

Menurut analis ekonomi Bloomberg, Paul Donovan, peluang kompromi antara Washington dan Beijing akan menjadi katalis bagi kestabilan harga komoditas dan energi dunia.

Baca Juga: Pendapatan Bunga BTN Tembus hingga Capai Rp26,58 Triliun, Laba Bersih Ikut Melonjak

“Investor global kini menunggu langkah konkret dari Trump dan Xi,” ujarnya (26/10/2025).

Halaman:

Tags

Terkini