24JAMNEWS.COM - Polri memberangkatkan Kapal Polri Wisanggeni 8005 untuk memperkuat penanganan banjir di Aceh, terutama Aceh Tamiang sebagai wilayah prioritas.
Pemberangkatan dilakukan melalui apel pasukan pada 3 Desember 2025 pukul 15.30 WIB.
Sebanyak 183 personel dikerahkan ke lokasi bencana, terdiri dari 117 personel Polda Aceh yang meliputi:
Baca Juga: Menteri Investasi Rosan Roeslani Jelaskan 3 Alasan Investor Tetap Optimistis di Kawasan IMIP
Brimob, Reskrimum, Reskrimsus, Resnarkoba, Dokkes, TIK, Humas, SDM, Roops, dan Provos serta 68 personel dari Mabes Polri yang berasal dari Satpas Korbrimob Polri dan SSDM.
Mereka diperbantukan (BKO) untuk memperkuat Polres Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Langsa, dan Lhokseumawe.
Bantuan logistik diberangkatkan dari gudang Biro Logistik Mapolda Aceh menuju Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya.
Baca Juga: Dampak Menebang 1.000 Pohon Lebih Berat daripada Menanam 1.000 Pohon, Moratorium Disiapkan
Dan diangkut menggunakan Kapal Wisanggeni 8005 tujuan Krueng Geukueh, sebelum dilanjutkan distribusinya ke lima wilayah.
Setiap Polres menerima bantuan dengan komposisi seperti beras, mie telur, gula, mie instan, kopi, sabun, bihun, minuman sereal, air mineral, pampers, pembalut, dan losion anti nyamuk.
Pengerahan personel dan logistik melalui Kapal Wisanggeni ini menjadi langkah percepatan penanganan darurat.
Baca Juga: Laporan Badan Geologi: 3 Faktor Kunci Penyebab Longsor di 5 Wilayah Sumatera Saat Hujan Ekstrem
Terutama di Aceh Tamiang yang akses daratnya masih terhambat. Polri memastikan bantuan tiba tepat waktu dan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak bencana.****
Artikel Terkait
DPR Jadwalkan Rapat 4 Desember Bahas Kerusakan Hulu dan Dampak Material Kayu pada Banjir Sumatera
Banjir Bandang di 3 Provinsi Sumatera, Pemerintah Diminta Evaluasi atas Kebijakan Lingkungan
Dampak Menebang 1.000 Pohon Lebih Berat daripada Menanam 1.000 Pohon, Moratorium Disiapkan
Menteri Investasi Rosan Roeslani Jelaskan 3 Alasan Investor Tetap Optimistis di Kawasan IMIP
Prioritas Nasional: Pemerintah Kerahkan A400, Hercules, dan 50 Helikopter untuk Jangkau Wilayah Terisolir
Lebih 500.000 Ton Logistik Diangkut: Pemerintah Perkuat Komando dan Armada Udara untuk Wilayah Terisolasi
Pemulihan Pascabanjir: Pemerintah Susun Timeline 100 Hari untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Penanganan Bencana Di-backup Penuh: Presiden Siapkan Tambahan Anggaran dan Perkuat Operasi TNI–Polri
Setelah Berhari-Hari Padam, Listrik di Sibolga–Tapteng Pulih: PLN Percepat Perbaikan Jadi 2–3 Hari
Laporan Badan Geologi: 3 Faktor Kunci Penyebab Longsor di 5 Wilayah Sumatera Saat Hujan Ekstrem