• Sabtu, 18 April 2026

Prabowo Sebut Ancaman Negara Kini Bukan Bom, Tapi Hoaks dan Manipulasi Informasi Digital Berbasis AI

Photo Author
Tim 24 Jam News, 24jamnews.com
- Kamis, 9 April 2026 | 18:41 WIB
Prabowo Subianto menekankan pentingnya literasi digital untuk melawan penyebaran hoaks berbasis artificial intelligence yang semakin canggih. (Dok. instagram @prabowo)
Prabowo Subianto menekankan pentingnya literasi digital untuk melawan penyebaran hoaks berbasis artificial intelligence yang semakin canggih. (Dok. instagram @prabowo)

 NEWS SUMMARY:

  • Presiden menegaskan kritik tetap diterima sebagai kontrol demokrasi selama disampaikan secara bertanggung jawab dan berbasis fakta.
  • Prabowo menyoroti risiko deepfake AI yang dapat memalsukan suara dan video tokoh publik sehingga membingungkan masyarakat luas.
  • Pemerintah menilai literasi digital menjadi kunci menghadapi disinformasi yang semakin kompleks di era transformasi teknologi informasi.

24JAMNEWS.COM - Seberapa mudah opini publik digiring oleh ribuan akun anonim yang dikendalikan teknologi AI?

Apakah masyarakat Indonesia sudah cukup siap menghadapi era manipulasi informasi yang semakin sulit dibedakan dari fakta?

Prabowo Waspadai Perang Informasi Digital, Era Baru Ancaman Non Militer Negara

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan ancaman terhadap negara kini bergeser menuju perang informasi digital yang memanfaatkan kecerdasan buatan serta media sosial.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bangun Ketahanan Pangan Lewat Swasembada Protein Sektor Kelautan dan Perikanan

Pernyataan tersebut disampaikan saat pengarahan kepada jajaran pemerintah pusat di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (08/04/2026).

Prabowo menilai ancaman digital memiliki dampak strategis karena mampu memengaruhi persepsi publik tanpa kekuatan militer konvensional.

Perubahan Pola Ancaman Global dari Hard Power ke Soft Power

Presiden menjelaskan pola konflik global kini berkembang dari pendekatan militer menuju strategi soft power melalui pengaruh informasi dan persepsi publik.

Baca Juga: Prabowo Beberkan Cadangan Energi Indonesia dari Batu Bara Hingga Biofuel untuk Kurangi Ketergantungan Impor BBM

Menurutnya, manipulasi narasi publik dapat menjadi alat melemahkan negara tanpa konfrontasi langsung.

“Sekarang mungkin cukup dengan permainan media sosial dan hoaks,” ujar Prabowo dalam pengarahan resmi tersebut.

Kemampuan AI Memperbanyak Akun Mempercepat Penyebaran Opini Tidak Terverifikasi

Prabowo menyebut teknologi AI memungkinkan satu operator mengendalikan ribuan akun untuk memperkuat narasi tertentu secara sistematis dan terstruktur.

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Ungkap Strategi Diversifikasi Impor LPG Hadapi Risiko Krisis Energi Akibat Konflik Global

Ia menilai kondisi tersebut dapat menciptakan ilusi dukungan publik terhadap isu yang sebenarnya digerakkan kelompok kecil.

Presiden mengingatkan pentingnya kewaspadaan aparatur negara terhadap pola penyebaran informasi tidak terverifikasi tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X