• Sabtu, 18 April 2026

Kerja Sama Militer Indonesia - Amerika Serikat Meningkat Lewat MDCP, Apa Saja Dampaknya Bagi Nasional

Photo Author
Tim 24 Jam News, 24jamnews.com
- Rabu, 15 April 2026 | 19:00 WIB
Pertemuan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan pejabat Amerika Serikat di Pentagon bahas kerja sama pertahanan strategis melalui MDCP terbaru. (Instgram.com @sjafrie.sjamsoeddin)
Pertemuan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan pejabat Amerika Serikat di Pentagon bahas kerja sama pertahanan strategis melalui MDCP terbaru. (Instgram.com @sjafrie.sjamsoeddin)

NEWS SUMMARY:

  • Indonesia dan Amerika Serikat resmi membentuk MDCP sebagai kerangka baru memperluas kerja sama pertahanan bilateral lebih strategis.
  • Kerja sama mencakup teknologi pertahanan kesiapan operasional hingga hubungan antarpersonel militer kedua negara.
  • Kemhan RI menegaskan setiap langkah kerja sama dilakukan hati hati terukur dan sesuai hukum nasional serta internasional

24JAMNEWS.COM - Apakah kerja sama pertahanan Indonesia–Amerika Serikat akan mengubah arah kebijakan militer nasional?

Sejauh mana kemitraan baru ini berdampak pada kedaulatan dan posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global?

Indonesia dan Amerika Serikat Sepakati Kerangka Strategis Pertahanan Baru MDCP

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mengumumkan penguatan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat melalui kerangka Major Defence Cooperation Partnership (MDCP) pada Senin (13/04/2026).

Baca Juga: Realisasi Investasi Indonesia Naik 6,9 Persen Kuartal I 2026, Didukung Hilirisasi dan Stabilitas Nasional

Pertemuan berlangsung di Pentagon, Washington D.C., antara Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Secretary of War Amerika Serikat Pete Hegseth.

Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas kerja sama bilateral di bidang pertahanan yang berbasis prinsip saling menghormati dan kepentingan nasional.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pertahanan tanpa mengurangi kedaulatan Indonesia.

Baca Juga: Selat Hormuz Terganggu IMF Sebut Harga Global Sulit Turun Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Kerangka MDCP mencakup pengembangan teknologi pertahanan, peningkatan kesiapan operasional, serta pendidikan militer profesional kedua negara.

Penguatan Kapasitas Militer Fokus Pada Pendidikan Dan Teknologi Pertahanan

Kerja sama ini menempatkan program International Military Education and Training sebagai salah satu prioritas utama pengembangan kapasitas sumber daya manusia pertahanan.

Program tersebut mencakup pendidikan dan pelatihan militer, termasuk bagi pasukan khusus, guna meningkatkan profesionalisme angkatan bersenjata.

Baca Juga: Selat Hormuz Terganggu Harga Minyak Dunia Berpotensi Capai Puncak Baru dalam Waktu Dekat

Selain itu, kedua negara juga menjajaki kolaborasi dalam pengembangan teknologi pertahanan generasi berikutnya yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X