NEWS SUMMARY:
- Biaya haji 2026 terancam naik karena faktor kurs rupiah dan biaya bahan bakar penerbangan.
- DPR menyebut opsi APBN sulit digunakan karena tidak ada alokasi subsidi haji tahun depan.
- Pemerintah memastikan prioritas tetap menjaga agar biaya haji tidak memberatkan jemaah.
24JAMNEWS.COM - Apakah biaya haji 2026 akan kembali naik di tengah tekanan ekonomi global yang belum stabil?
Bagaimana pemerintah dan DPR memastikan tambahan biaya tidak membebani jutaan calon jemaah Indonesia yang sudah menunggu bertahun-tahun?
Biaya Haji 2026 Terancam Naik Karena Faktor Ekonomi Global
Potensi kenaikan biaya haji 2026 menjadi perhatian setelah DPR RI mengungkap adanya tekanan dari kenaikan harga avtur dan pelemahan rupiah terhadap Dolar AS.
Baca Juga: 7 Tanda Anda Butuh Aplikasi Reksa Dana
Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengatakan potensi tambahan biaya haji diperkirakan mencapai Rp900 miliar hingga Rp1 triliun berdasarkan simulasi terbaru.
"Berdasarkan perhitungan sementara tambahan biaya akibat kenaikan harga avtur dan kurs dolar bisa mencapai Rp900 miliar hingga Rp1 triliun," ujar Marwan Dasopang.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Forum Outlook Haji 2026 yang berlangsung pada Rabu (1/4/2026) sebagai bagian evaluasi kesiapan penyelenggaraan haji.
Kenaikan Harga Avtur dan Kurs Rupiah Jadi Penyebab Utama
Marwan menjelaskan harga avtur yang menjadi komponen utama biaya penerbangan haji mengalami kenaikan hampir dua kali lipat dibandingkan asumsi awal Panja Haji DPR.
Kurs rupiah juga mengalami perubahan dari asumsi Rp16.500 menjadi sekitar Rp17.000 per Dolar AS sehingga berdampak pada biaya operasional haji.
Menurut dia perubahan variabel ekonomi tersebut membuat perhitungan awal biaya haji perlu disesuaikan agar tetap realistis dengan kondisi pasar terkini.
Kondisi ini mencerminkan tantangan pengelolaan biaya haji yang sangat bergantung pada dinamika sektor transportasi udara dan nilai tukar mata uang global.