• Sabtu, 18 April 2026

BABY Ambil Alih Emway, Perbesar Pasar Bayi-Anak dan Mainan dengan Jaringan Distribusi 40.000 Lokasi

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Jumat, 21 November 2025 | 14:00 WIB
Tim BABY dan Emway setelah pengumuman akuisisi strategis untuk memperkuat ekosistem bayi-anak dan mainan.   (Dok. multitrendindo.com)
Tim BABY dan Emway setelah pengumuman akuisisi strategis untuk memperkuat ekosistem bayi-anak dan mainan. (Dok. multitrendindo.com)

NEWS SUMMARY:

  • BABY memperkuat bisnis bayi-anak dengan akuisisi Emway yang memiliki portofolio merek global dan jaringan distribusi luas.
  • Integrasi BABY–Emway menciptakan ekosistem omnichannel dari distribusi hingga ritel untuk memperbesar pasar regional.
  • Akuisisi dinilai membawa diversifikasi pendapatan, peningkatan margin, dan peluang ekspansi Asia Tenggara.

24JAMNEWS.COM - PT Multitrend Indo Tbk (BABY) melalui pemegang saham pengendali Blooming Years Pte Ltd, mengumumkan akuisisi terhadap PT Emway Globalindo dan Emway Singapore Pte Ltd (Emway).

Aksi korporasi ini mengukuhkan posisinya sebagai pemain ritel dan distribusi bayi-anak terintegrasi di Asia Tenggara.

Blooming Years (BY), pemegang saham controlling BABY, menyatakan bahwa keahlian Emway dalam distribusi mainan global.

Baca Juga: Agenda Mediasi 30 Hari Warnai Sidang Perdana Cerai Marissa Anita Setelah 17 Tahun Pernikahan

Termasuk portofolio merek seperti Mattel (Hot Wheels, Barbie, Fisher-Price), Spin Master, Zuru, Moose, hingga Crayola — sangat melengkapi lini ritel BABY yang selama ini fokus pada produk bayi dan anak.

Struktur bisnis baru ini menawarkan platform end-to-end: dari produsen atau pemegang merek, distribusi, hingga ritel omnichannel (gerai fisik dan online).

Perkuatan Keuangan dan Arus Kas

Akuisisi ini sejalan dengan perbaikan fundamental BABY. Pada kuartal III 2025, perusahaan mencatat penjualan sebesar Rp 817,31 miliar, naik sekitar 3,3% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 4,75 Persen, Peluang Penurunan Tetap Terbuka

Laba bruto naik 14% menjadi Rp 351,91 miliar karena efisiensi beban penjualan.

Arus kas operasional melonjak 697% menjadi Rp 112,48 miliar, berkat pengendalian persediaan dan modal kerja yang ketat.

Di sisi lain, liabilitas berkurang secara bertahap (utang jangka pendek lunas), memperkuat neraca keuangan BABY.

Baca Juga: Gubernur Maluku Utara: Pernyataan Sherly Tjoanda Soal Kontroversi Morotai dan Tekanan Publik

Pemegang Saham dan Dorongan Pertumbuhan Internasional

Transformasi korporasi BABY diperkuat oleh struktur kepemilikan baru: Investcorp (asal Bahrain) dan Kanmo Group (operator ritel lokal) melalui entitas Blooming Years Pte Ltd.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X