Langkah tersebut sejalan dengan pemberitaan berbagai media arus utama yang menyoroti meningkatnya kompetisi global dalam pengamanan sumber energi.
Presiden menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian kebijakan luar negeri aktif yang berorientasi pada kepentingan nasional.
Pemerintah Tegaskan Politik Bebas Aktif Hadapi Geopolitik Dunia Berisiko Tinggi
Prabowo menyatakan Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Menurut Presiden, pendekatan tersebut memungkinkan Indonesia membangun kemitraan luas tanpa terikat blok kekuatan tertentu.
Ia menekankan stabilitas nasional sangat bergantung pada kemampuan pemerintah mengantisipasi risiko global termasuk konflik dan krisis energi.
Baca Juga: BPS Catat Harga Gabah Tak Pernah Jatuh di Bawah HPP, Apa Dampaknya Bagi Petani Indonesia
“Saya percaya diri tidak ada itu bagi saya Indonesia gelap, Indonesia cerah di saat banyak negara susah,” ujar Prabowo.
Pemerintah optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dengan strategi diversifikasi mitra dan penguatan ketahanan sektor energi.
Optimisme Presiden Indonesia Punya Ketahanan Hadapi Potensi Krisis Global
Presiden juga menyampaikan keyakinannya Indonesia memiliki posisi strategis dalam menghadapi potensi krisis global yang semakin meningkat.
Baca Juga: Konflik Geopolitik Dorong Harga Minyak Dunia Naik, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi dan Investor Domestik
Menurut Prabowo, faktor sumber daya alam, stabilitas politik, serta pasar domestik besar menjadi kekuatan utama Indonesia dibanding banyak negara lain.
Ia bahkan menyebut Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara yang relatif aman jika terjadi konflik global berskala besar.
“Kalau terjadi perang dunia ketiga, negara mana yang aman, Indonesia termasuk papan atas,” kata Prabowo.
Artikel Terkait
Penegakan Hukum Kehutanan Diperkuat Lewat Penertiban Sawit Ilegal di Kawasan Suaka Margasatwa
Evaluasi Menteri Ekonomi Dinilai Penting Jaga Momentum Pertumbuhan dan Stabilitas Ekonomi Tahun 2026
Risiko Capital Outflow Intai Rupiah, Konflik Global Disebut Bisa Tekan Stabilitas Ekonomi Lebih Dalam
Anthony Budiawan Beberkan Data Utang dan Devisa, Ini Dampaknya Terhadap Nilai Tukar Rupiah Terkini
Anggaran Rp3,2 Triliun untuk Motor BGN Jadi Sorotan, Bagaimana Mekanisme Pengadaan Pemerintah Diawasi Publik
Pengadaan Motor Program Pemerintah Jadi Perhatian, CBA Nilai Harga Tidak Wajar Perlu Penyelidikan
Konsolidasi Logistik Jadi Model Transformasi Korporasi Negara Lebih Sehat Dan Kompetitif Global
Konflik Geopolitik Dorong Harga Minyak Dunia Naik, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi dan Investor Domestik
Airlangga Hartarto Ungkap Manfaat B50, dari Efisiensi Subsidi Hingga Transisi Energi Ramah Lingkungan Masa Depan
Bahlil Lahadalia Ungkap Strategi Diversifikasi Impor LPG Hadapi Risiko Krisis Energi Akibat Konflik Global