bisnis

Nilai Kelapa Bisa Naik 1.000 Persen, Mentan Amran Tekankan Hilirisasi Petani Maluku Utara

Selasa, 28 Oktober 2025 | 19:00 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman meninjau pabrik pengolahan kelapa PT NICO di Halmahera Utara. (Facebook.com @Direktorat Jenderal Tanaman Pangan - Kementan RI)

NEWS SUMMARY:

  • Harga kelapa butir petani masih rendah Rp2.000–Rp3.000 per butir.
  • Nilai kelapa naik 1.000% bila diolah jadi produk turunan.
  • Hilirisasi kelapa disebut kunci peningkatan ekonomi daerah.

24JAMNEWS.COM - Ketika harga kelapa butir di tingkat petani hanya dua hingga tiga ribu rupiah, muncul pertanyaan besar.

Siapa sebenarnya yang menikmati hasil dari hilirisasi industri kelapa yang digembar-gemborkan selama ini?

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan hilirisasi benar-benar berpihak pada petani.

Baca Juga: Mengapa Label ‘Air Pegunungan’ Dipersoalkan? Kementeriaan ESDM Ungkap Fakta yang Terbaru

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Halmahera Utara, Minggu (27/10/2025), Mentan meminta pelaku industri kelapa menaikkan harga beli agar petani memperoleh keuntungan yang layak.

“Sekarang harga kelapa butir di petani hanya dua sampai tiga ribu rupiah. Kita minta pelaku industri menaikkan harga beli supaya petani untung."

"Kalau harga dinaikkan sedikit, saya bantu 10 ribu hektare untuk seluruh Maluku Utara,” ujar Amran saat berkunjung ke pabrik pengolahan kelapa PT NICO.

Baca Juga: Hasil Riset Harvard: Kebahagiaan Naikkan Produktivitas Kerja Hingga Sebesar 13 Persen

Amran menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan program pengembangan 10 ribu hektare lahan kelapa baru di Maluku Utara mulai 2026.

Sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan berbasis daerah.

Hilirisasi Jadi Jalan Nilai Tambah Bagi Petani

Menurut Mentan, Presiden Prabowo Subianto menekankan agar pembangunan pertanian tidak berhenti di hulu.

Baca Juga: Dugaan Air Tanah Dalam Produk Aqua: Koalisi Kebenaran Desak Pemerintah Bertindak Cepat

Petani harus merasakan langsung nilai tambah dari produk mereka, tidak sekadar menjual bahan mentah.

Halaman:

Tags

Terkini