NEWS SUMMARY:
- Rilis korporasi ditolak jika tak relevan bagi pembaca media online.
- Jurnalis menilai substansi, gaya bahasa, dan dampak sosial berita.
- Strategi PR modern fokus menjual cerita, bukan hanya mengirim rilis.
24JAMNEWS.COM - Pernahkah Anda mengirim siaran pers dengan penuh harapan, tetapi tak satu pun media memuatnya?
Mengapa upaya komunikasi korporasi sering berakhir di kotak masuk jurnalis tanpa respons, bahkan saat pesan dianggap penting oleh perusahaan sendiri?
Media online hidup dari kecepatan dan relevansi. Jurnalis hanya akan memuat informasi yang memiliki nilai berita (news value) tinggi bagi pembacanya.
Baca Juga: 3 Fakta Baru Grup WhatsApp Nadiem Makarim yang Tidak Bahas Terkait Proyek Chromebook
Bila rilis hanya berisi pujian terhadap korporasi, produk, atau layanan tanpa dampak sosial, redaksi akan menilainya sebagai iklan terselubung.
Berita yang baik, menurut Dewan Pers (2024), harus memiliki kebaruan (novelty), kepentingan publik, dan dampak jelas bagi masyarakat.
Jika sebuah rilis hanya mengumumkan pergantian manajemen atau peluncuran internal tanpa nilai publik, maka secara editorial, berita itu tidak layak tayang.
Baca Juga: Laba BTN Tumbuh Sebesar 10,57 Persen, Ekuitas Naik hingga Sentuh Rp34,68 Triliun
Media bekerja untuk publik, bukan untuk korporasi. Jika informasinya tidak menyentuh kepentingan pembaca, sulit mendapatkan ruang di redaksi.
Kualitas Penulisan dan Format Teknis Sering Jadi Penghalang
Selain substansi, format dan gaya penulisan menjadi faktor krusial. Media menerima ratusan rilis setiap hari, dan rilis dengan judul yang tidak menarik atau terlalu panjang hampir pasti diabaikan.
Menurut laporan Reuters Institute Digital News Report 2024 (reuters.com), jurnalis global kini mengandalkan efisiensi redaksi dan hanya memproses rilis yang mudah diolah.
Baca Juga: Dari Akuifer Hingga Mata Air, Mengurai Asal Usul Air Minum yang Ada dalam Kemasan
Rilis dengan jargon berlebihan, superlatif (“terbaik”, “tercepat”), atau tanpa kutipan kuat membuat editor harus bekerja dua kali.
Artikel Terkait
Evelina Pietruschka Buron Rp12,7 Triliun Diduga Hidup Mewah di Kawasan Mewah Beverly Hills AS
Laba BTN Tumbuh Sebesar 10,57 Persen, Ekuitas Naik hingga Sentuh Rp34,68 Triliun
Restrukturisasi Jadi Jalan Tengah Atasi Utang Rp6,9 Triliun Proyek Kereta Cepat Whoosh
Donald Trump dan Xi Jinping Siapkan Pertemuan 30 Oktober, Pasar Global Bergerak Naik
17 Agustus 1945: Indonesia Raya Resmi Jadi Lagu Kebangsaan Indonesia
3 Temuan Soal Dugaan Air Tanah di Produk Aqua, Koalisi Kebenaran Desak Pemeriksaan BPOM
BPOM dan BPJPH Diminta Audit Aqua, Koalisi Kebenaran Soroti Dugaan Ganti Bahan Baku
Sebanyak 4.700 Izin Air Tanah Terbit, Kementerian ESDM Evaluasi Sumber Air AMDK Nasional
Dari Akuifer Hingga Mata Air, Mengurai Asal Usul Air Minum yang Ada dalam Kemasan
3 Fakta Baru Grup WhatsApp Nadiem Makarim yang Tidak Bahas Terkait Proyek Chromebook