bisnis

Waspada Modus Baru: Akun Palsu Gunakan Nama Hashim Djojohadikusumo untuk Investasi Bodong

Jumat, 14 November 2025 | 06:48 WIB
Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan tidak pernah memiliki akun media sosial dalam bentuk apa pun. (Dok. kehutanan.go.id)

NEWS SUMMARY

  • Sejumlah akun palsu mengatasnamakan Hashim S. Djojohadikusumo beredar di media sosial dengan modus tawaran investasi fiktif.
  • Hashim menegaskan tidak memiliki akun media sosial apa pun dan tak pernah menawarkan investasi.
  • Publik diimbau waspada terhadap akun yang menggunakan nama dan foto tokoh nasional tersebut.

24JAMNEWS.COM - Di tengah maraknya penipuan digital, muncul sejumlah akun media sosial yang mengatasnamakan pengusaha dan tokoh nasional Hashim S. Djojohadikusumo.

Akun-akun tersebut menawarkan investasi dan mengirim pesan pribadi kepada publik, padahal seluruh aktivitas itu ternyata tidak benar.

Melalui pernyataan resmi yang diterima redaksi pada Kamis (13/11/2025), juru bicara resmi Hashim, Ariseno Ridhwan, menegaskan bahwa Hashim tidak memiliki maupun mengelola akun media sosial dalam bentuk apa pun.

Baca Juga: Express Discharge Hadir di 53 Rumah Sakit, Peserta Bisa Pulang Langsung Setelah Konsultasi Dokter

"Bapak Hashim tidak pernah memberikan kuasa kepada pihak mana pun untuk melakukan promosi, pengumpulan dana, atau penawaran investasi atas nama beliau,” ujar Ariseno.

Pernyataan ini muncul setelah beredarnya beberapa akun di platform seperti Instagram, Facebook.

Dan Telegram yang menggunakan nama dan foto Hashim untuk memancing interaksi publik, khususnya dalam bentuk tawaran investasi.

Baca Juga: Tiga Juta Rumah Baru Dikejar Pemerintah Hingga 2029, Backlog Perumahan Masih 9,9 Juta Unit

Peringatan Terhadap Praktik Penipuan Digital Yang Kian Canggih

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat, sepanjang 2024 terdapat lebih dari 4.200 laporan akun palsu yang meniru tokoh publik.

Dengan modus terbanyak berupa penawaran investasi cepat untung.

Menurut pakar keamanan siber Pratama Persadha dari CISSReC, modus ini terus meningkat seiring tingginya literasi digital yang belum merata.

Baca Juga: EMTK Terima Rp449,71 Miliar dari Dividen SCMA, Berikut Jadwal Pembayarannya

Masyarakat harus selalu melakukan verifikasi sebelum menanggapi pesan atau tawaran investasi yang mencatut nama tokoh.

Halaman:

Tags

Terkini