NEWS SUMMARY:
- Pemulihan ekonomi RI diproyeksikan meningkat menjelang Desember 2025
- Gen Z hadapi pengangguran tinggi meski aktivitas ekonomi mulai pulih
- Pemerintah siapkan stimulus untuk percepat ekspansi korporasi dan lapangan kerja
24JAMNEWS.COM - Apakah janji pemerintah untuk memulihkan ekonomi pada akhir 2025 benar-benar mampu membuka pintu lapangan kerja bagi jutaan anak muda yang masih berjuang mencari penghidupan?
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan tanda-tanda pemulihan ekonomi nasional mulai tampak di berbagai sektor menjelang akhir tahun 2025.
Dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta pada Sabtu, 18 Oktober 2025, Purbaya mengungkapkan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat meningkat hingga 5,5 persen pada kuartal IV 2025.
Baca Juga: Transparansi Dipertanyakan, Begini Akar Masalah Proyek Kereta Cepat Whoosh B2B
Ia menilai, salah satu indikator kebangkitan ekonomi terlihat dari meningkatnya permintaan sambungan listrik baru di sejumlah wilayah, yang mencerminkan aktivitas masyarakat dan dunia usaha mulai bergerak naik.
"Ekonominya memang mulai bergeliat,” ujar Purbaya.
“Dirut PLN kemarin menyampaikan bahwa di banyak tempat orang sudah mulai minta sambungan listrik baru, itu artinya aktivitas ekonomi mulai bergerak,” imbuhnya.
Baca Juga: Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh Disorot, Mahfud MD Kritik Sikap KPK
Pertumbuhan Lebih Dulu Dinikmati Kelas Menengah
Purbaya menjelaskan, manfaat dari pertumbuhan ekonomi biasanya lebih cepat dirasakan oleh kelompok masyarakat kelas menengah.
Karena memiliki daya beli yang kuat, akses pembiayaan, dan kemampuan beradaptasi terhadap peluang ekonomi baru.
"Biasanya, ketika ekonomi tumbuh makin cepat, yang menikmati paling banyak itu kelas menengah duluan. Yang bawah lebih lama,” katanya.
Baca Juga: Strategi Mitra Promedia: Pelatihan Konten, Monetisasi Digital, dan Dukungan Teknologi
Ia menambahkan, ketika korporasi mulai berekspansi, terutama di sektor teknologi informadi.
Artikel Terkait
Skandal Energi Terbesar 2025: Sebesar Rp 285 Triliun Hilang dari Skandal Solar Murah
E10 Segera Diterapkan: Strategi Pemerintah Tekan Impor Minyak Nasional
1.000 Bendera, Ribuan Langkah: CFD Jakarta Wujudkan Solidaritas untuk Palestina
5 Fakta Ilmiah Olahraga Rutin Turunkan Risiko Penyakit Jantung Hingga 31 Persen
Pengaduan Masyarakat Dugaan Korupsi Kereta Cepat Jakarta Bandung: KPK Wajib Usut Tuntas
Rp9,41 Triliun Menguap dari Solar Non-Subsidi, Ini Kronologi Dakwaan Pertamina
5 Keuntungan Utama Menjadi Mitra Promedia Teknologi dengan Portal Berita Profesional
Mahfud MD Nilai KPK Aneh Soal Dugaan Mark Up Proyek Kereta Whoosh Rp113 Triliun
Indonesia Political Review: 3 Menteri Kabinet Merah Putih Raih Kepuasan Publik yang Tinggi
33 Tahun Balik Modal: Mengurai Beban Berat Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh