NEWS SUMMARY:
- Sarasehan 100 Ekonom 2025 bahas resiliensi ekonomi hadapi gejolak global.
- Hilirisasi, energi, dan pendidikan jadi fokus penguatan ekonomi domestik.
- Pemerintah pastikan kebijakan fiskal tetap disiplin dan berimbang.
24JAMNEWS.COM - Bagaimana Indonesia menjaga ketahanan ekonominya di tengah ketidakpastian global yang kian kompleks?
Pertanyaan ini menjadi sorotan utama dalam Sarasehan 100 Ekonom 2025 yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Dalam sambutannya, Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif INDEF, menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki peluang besar di tengah tantangan global.
Baca Juga: Laba Astra Turun Sebesar 6 Persen Jadi Rp24,67 Triliun, Harga Batubara Tekan Kinerja
Ia menyebut ada tiga pilar penting untuk memperkuat resiliensi ekonomi nasional, yaitu kemampuan beradaptasi, kemandirian ekonomi nasional, serta inovasi dan sumber daya manusia.
Esther menekankan bahwa kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan.
“Sarasehan 100 Ekonom menjadi jembatan untuk menyampaikan rekomendasi dan gagasan yang bermanfaat bagi ketahanan ekonomi domestik,” ujarnya.
Baca Juga: Kuartal III 2025: Laba Indosat Ooredoo Hutchison Susut, Ekuitas Semakin Menguat
Ia juga berharap buku Pemikiran 100 Ekonom dapat menjadi panduan bagi pembuat kebijakan dan praktisi ekonomi di Indonesia.
Pemerintah Fokus Perkuat Fondasi Dan Daya Saing Nasional
Pemerintah terus memantau dan merespons dinamika global untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Hal tersebut disampaikan oleh Ferry Irawan, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Baca Juga: Keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati Aktif Lagi di DPR Setelah MKD Tolak Pengunduran Diri
Ferry mengungkapkan sejumlah tantangan utama, seperti produktivitas yang masih rendah, ICOR sebesar 5,79 yang relatif tinggi, serta peningkatan tenaga kerja informal pascapandemi.
Artikel Terkait
CNMA Jaga Kinerja Positif, F&B Naik 0,7% dan Digital Tumbuh 27,9%
Kuartal III 2025: Laba Indosat Ooredoo Hutchison Susut, Ekuitas Semakin Menguat
Kinerja Elnusa 2025: Pendapatan Menungkat 9 Persen, Namun Laba Bersihnya Turun Tipis
Subroto Award 2025: MIND ID Torehkan Prestasi Lewat Program PPM Inovatif
TBIG Pertahankan Stabilitas Keuangan, Laba Bersih Turun Tipis Menjadi Rp1,14 Triliun
Keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati Aktif Lagi di DPR Setelah MKD Tolak Pengunduran Diri
Pendapatan BSDE Turun ke Rp 8,76 Triliun, Laba 9M25 Hanya Mencapai Rp 1,36 Triliun
Laba HIS Naik Sebesar 94 Persen di Kuartal III 2025, Bukti Efisiensi Armada Berhasil
Laba Astra Turun Sebesar 6 Persen Jadi Rp24,67 Triliun, Harga Batubara Tekan Kinerja
INDEF Ungkap Tiga Fondasi Resiliensi Ekonomi Nasional Hadapi Gejolak Global 2025