- Menkeu Purbaya fokus menarik investor asing dengan komitmen transfer teknologi ke Indonesia.
- Strategi investasi diarahkan pada sektor yang belum dikuasai teknologi lokal.
- Penempatan dana Rp200 triliun di Himbara diproyeksikan dongkrak ekonomi tumbuh 5,5% kuartal IV-2025.
24JAMNEWS.COM - Apakah strategi membuka pintu investasi asing bisa benar-benar mempercepat transfer teknologi dan pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia pada 2025?
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah hanya akan membuka peluang bagi investor asing yang bersedia melakukan transfer teknologi kepada Indonesia.
Menurut Purbaya, langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing nasional dengan menutup sektor-sektor yang sudah menguasai teknologi lokal.
Baca Juga: 5 Fakta Kongres Projo 2025: Budi Arie Setiadi Terpilih Kembali, Acara Tidak Dihadiri Jokowi
“Yang kita punya teknologinya tidak perlu dibuka, tapi yang kita tidak punya teknologinya kita buka. Itu strategi kita ke depan,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin.
Ia menilai kehadiran investor asing tetap dibutuhkan karena berpotensi mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka menengah.
Injeksi Dana Rp200 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah juga tengah menempatkan saldo anggaran lebih (SAL) senilai Rp200 triliun pada korporasi perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Baca Juga: 500 Warga Banyuwangi Blokir Pengeboran Tambang Emas PT BSI di Gunung Tumpang Pitu
Penempatan dana tersebut diyakini dapat mendorong peningkatan penyaluran kredit produktif sehingga menstimulasi pertumbuhan ekonomi.
“Penyerapan dana semakin lama semakin baik, bahkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengajukan penambahan dana,” ungkapnya.
Berdasarkan perhitungan Kementerian Keuangan, injeksi dana itu diharapkan mampu mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5,5 persen pada kuartal IV tahun 2025.
Baca Juga: Sepekan, IHSG Terkoreksi 1,3 Persen di Tengah Kenaikan Volume Transaksi 31,6 Miliar Saham
Investor Soroti Iklim Investasi Nasional yang Perlu Diperbaiki
Dalam pertemuan dengan investor perbankan dan pasar modal, Purbaya mengungkapkan bahwa para pelaku pasar menilai iklim investasi nasional masih perlu pembenahan.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Unggul Jauh di Survei, Publik Puas dengan Kebijakan Ekonomi
Sepekan, IHSG Terkoreksi 1,3 Persen di Tengah Kenaikan Volume Transaksi 31,6 Miliar Saham
Bumi Resources Catat Laba Bersih Sebesar US$29,4 Juta di Tengah Turunnya Harga Batu Bara
PDI Perjuangan Sebut Sudah 3 Kali Beri Masukan ke Jokowi Terkait dengan Proyek Whoosh
IKN 2025: Pengamat Kritik Soal Pembentukan Badan Otorita yang di Luar Hukum Daerah
Gubernur Dedi Mulyadi Ungkap 10 Tahun Tambang Ilegal Rugikan Negara Miliaran Rupiah
Kongres III Projo 2025: Budi Arie Setiadi Kembali Pimpin, Logo Jokowi akan Diganti
5 Fakta Kongres Projo 2025: Budi Arie Setiadi Terpilih Kembali, Acara Tidak Dihadiri Jokowi
500 Warga Banyuwangi Blokir Pengeboran Tambang Emas PT BSI di Gunung Tumpang Pitu
Menkeu Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen 2025 Lewat Injeksi Dana Rp200 Triliun