• Sabtu, 18 April 2026

Indonesia Bidik Investor Asing yang Siap Transfer Teknologi, Pertumbuhan Ekonomi Naik 5,5 Persen

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Rabu, 5 November 2025 | 07:00 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berbincang dengan investor di Jakarta, membahas strategi transfer teknologi dan pertumbuhan ekonomi 2025. (Dok. Kemenkeu)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berbincang dengan investor di Jakarta, membahas strategi transfer teknologi dan pertumbuhan ekonomi 2025. (Dok. Kemenkeu)

NEWS SUMMARY

  • Menkeu Purbaya fokus menarik investor asing dengan komitmen transfer teknologi ke Indonesia.
  • Strategi investasi diarahkan pada sektor yang belum dikuasai teknologi lokal.
  • Penempatan dana Rp200 triliun di Himbara diproyeksikan dongkrak ekonomi tumbuh 5,5% kuartal IV-2025.

24JAMNEWS.COM - Apakah strategi membuka pintu investasi asing bisa benar-benar mempercepat transfer teknologi dan pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia pada 2025?

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah hanya akan membuka peluang bagi investor asing yang bersedia melakukan transfer teknologi kepada Indonesia.

Menurut Purbaya, langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing nasional dengan menutup sektor-sektor yang sudah menguasai teknologi lokal.

Baca Juga: 5 Fakta Kongres Projo 2025: Budi Arie Setiadi Terpilih Kembali, Acara Tidak Dihadiri Jokowi

“Yang kita punya teknologinya tidak perlu dibuka, tapi yang kita tidak punya teknologinya kita buka. Itu strategi kita ke depan,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin.

Ia menilai kehadiran investor asing tetap dibutuhkan karena berpotensi mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka menengah.

Injeksi Dana Rp200 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah juga tengah menempatkan saldo anggaran lebih (SAL) senilai Rp200 triliun pada korporasi perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Baca Juga: 500 Warga Banyuwangi Blokir Pengeboran Tambang Emas PT BSI di Gunung Tumpang Pitu

Penempatan dana tersebut diyakini dapat mendorong peningkatan penyaluran kredit produktif sehingga menstimulasi pertumbuhan ekonomi.

“Penyerapan dana semakin lama semakin baik, bahkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengajukan penambahan dana,” ungkapnya.

Berdasarkan perhitungan Kementerian Keuangan, injeksi dana itu diharapkan mampu mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5,5 persen pada kuartal IV tahun 2025.

Baca Juga: Sepekan, IHSG Terkoreksi 1,3 Persen di Tengah Kenaikan Volume Transaksi 31,6 Miliar Saham

Investor Soroti Iklim Investasi Nasional yang Perlu Diperbaiki

Dalam pertemuan dengan investor perbankan dan pasar modal, Purbaya mengungkapkan bahwa para pelaku pasar menilai iklim investasi nasional masih perlu pembenahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X