- S&P Dow Jones Indices dan BEI meluncurkan tiga indeks baru berbasis ESG, Syariah, dan Dividen untuk memperkuat daya saing pasar modal Indonesia.
- Kolaborasi ini membuka peluang lisensi global, menarik investasi asing, dan memperluas akses produk seperti ETF dan reksa dana.
- BEI menegaskan kerja sama ini bagian dari komitmen memperkuat inovasi, keberlanjutan, dan konektivitas pasar modal Indonesia di tingkat global.
24JAMNEWS.COM - Bagaimana jika pasar modal Indonesia kini memiliki tolok ukur berkelas dunia yang bisa menarik minat investor global sekaligus mendukung investasi berkelanjutan?
Kolaborasi antara BEI dan S&P Dow Jones Indices menjawab pertanyaan itu.
S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menjalin kerja sama strategis.
Baca Juga: Harga Batu Bara Turun Sebanyak 18 Persen, Namun Bumi Resources Tetap Kantongi Laba Positif
Untuk mengembangkan tiga indeks saham bersama (co-branded) yang mencakup saham-saham tercatat di BEI.
Kolaborasi ini menjadi langkah pertama antara kedua korporasi dalam menciptakan tolok ukur pasar Indonesia yang inovatif dan berstandar internasional.
Ketiga indeks baru yang diluncurkan adalah S&P/IDX Indonesia ESG Tilted, S&P/IDX Indonesia Shariah High Dividend, dan S&P/IDX Indonesia Dividend Opportunities.
Baca Juga: Pasar Kripto Konsolidasi Usai Keputusan The Fed dan Pertemuan Donald Trump - Xi Jinping
Tiga Indeks Baru Representasikan Pilar ESG, Syariah, dan Dividen
Indeks S&P/IDX Indonesia ESG Tilted mengukur kinerja emiten BEI yang memenuhi kriteria keberlanjutan dengan bobot lebih besar bagi perusahaan berperingkat ESG Global S&P terbaik di setiap sektor.
Sementara itu, indeks S&P/IDX Indonesia Shariah High Dividend berfokus pada 30 perusahaan dengan dividend yield tinggi dari semesta S&P Indonesia Sharia BMI yang sesuai dengan ketentuan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).
Adapun indeks S&P/IDX Indonesia Dividend Opportunities menilai kinerja 30 perusahaan dengan dividend yield tinggi dan fundamental kuat dari semesta S&P Indonesia LargeMidCap, mempertimbangkan profitabilitas dan rasio pembayaran dividen.
Baca Juga: Hasto Ungkap Megawati Sudah Ingatkan Jokowi Soal Prioritas Rakyat Sebelum Whoosh Dimulai
Kolaborasi Global Dorong Investasi dan Akses Internasional
Robert Ross, Chief Commercial Officer S&P Dow Jones Indices, menyatakan bahwa kerja sama ini menggabungkan kemampuan indeks kelas dunia milik S&P DJI dengan wawasan lokal BEI untuk menciptakan tolok ukur tepercaya dan berbasis aturan.
Artikel Terkait
Harga Batu Bara Turun Sebanyak 18 Persen, Namun Bumi Resources Tetap Kantongi Laba Positif
Pasar Kripto Konsolidasi Usai Keputusan The Fed dan Pertemuan Donald Trump - Xi Jinping
Hasto Ungkap Megawati Sudah Ingatkan Jokowi Soal Prioritas Rakyat Sebelum Whoosh Dimulai
Dua Korporasi Tambah Emisi Sebesar Rp4 Triliun, BEI Bukukan 151 Obligasi dan Sukuk
Proyek IKN Disebut Tanpa Dasar Hukum Daerah, Anthony Budiawan Soroti Masalah Otorita
5 Fakta Kongres Projo 2025: Budi Arie Setiadi Terpilih Kembali, Acara Tidak Dihadiri Jokowi
Menkeu Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen 2025 Lewat Injeksi Dana Rp200 Triliun
Vidi Aldiano Umumkan Hiatus 2025, Fokus Pulihkan Kanker Ginjal dan Siapkan Album Baru
KPK Tangkap Gubernur Riau Abdul Wahid, Menjadi Operasi Tangkap Tangan Keenam Sepanjang 2025
BEI dan S&P Dow Jones Luncurkan 3 Indeks Baru untuk Perkuat Pasar Modal Indonesia