- Harga beras turun di semua level pasar selama Oktober 2025, memperkuat stabilitas pangan nasional.
- BPS mencatat deflasi beras dua bulan berturut-turut, dengan penurunan rata-rata 0,54 persen di penggilingan.
- Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menilai kebijakan lintas korporasi berhasil jaga pasokan.
24JAMNEWS.COM - Setelah berbulan-bulan menjadi sorotan utama inflasi, beras kini berbalik arah menjadi penopang stabilitas harga pangan nasional.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Oktober 2025 terjadi deflasi beras yang lebih dalam dibanding bulan sebelumnya, menandai penurunan harga dua bulan berturut-turut.
Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyebut deflasi kali ini tergolong luas dan bersejarah karena terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga: Market Cap BEI Turun 2,47 Persen Jadi Rp14.857 Triliun, Indeks Harga Saham Ditutup 8.163
“Terjadi deflasi beras pada Oktober 2025 lebih dalam dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” ujarnya.
Tren Lima Tahun Terakhir Tunjukkan Pola Perbaikan Pangan Nasional
Berdasarkan data BPS, dalam lima tahun terakhir, beras sempat mengalami inflasi pada Oktober 2022 dan 2023.
Namun pada 2021, 2024, dan 2025 justru mengalami deflasi.
Baca Juga: BEI dan S&P Dow Jones Luncurkan 3 Indeks Baru untuk Perkuat Pasar Modal Indonesia
Dari 38 provinsi, sebanyak 23 provinsi mencatat penurunan harga, tiga provinsi stabil, dan hanya 12 provinsi yang mengalami kenaikan.
Fenomena ini menunjukkan peningkatan stabilitas sistem pangan nasional, terutama pada rantai pasok dan distribusi.
Peran kebijakan pemerintah dalam menjaga stok dan harga beras dinilai semakin efektif.
Baca Juga: Harga Batu Bara Turun Sebanyak 18 Persen, Namun Bumi Resources Tetap Kantongi Laba Positif
Harga Turun dari Penggilingan Hingga Eceran Secara Bersamaan
Penurunan harga kali ini juga unik karena terjadi serentak di semua segmen pasar.
Artikel Terkait
Market Cap BEI Turun 2,47 Persen Jadi Rp14.857 Triliun, Indeks Harga Saham Ditutup 8.163
Harga Batu Bara Turun Sebanyak 18 Persen, Namun Bumi Resources Tetap Kantongi Laba Positif
Pasar Kripto Konsolidasi Usai Keputusan The Fed dan Pertemuan Donald Trump - Xi Jinping
Hasto Ungkap Megawati Sudah Ingatkan Jokowi Soal Prioritas Rakyat Sebelum Whoosh Dimulai
Dua Korporasi Tambah Emisi Sebesar Rp4 Triliun, BEI Bukukan 151 Obligasi dan Sukuk
Proyek IKN Disebut Tanpa Dasar Hukum Daerah, Anthony Budiawan Soroti Masalah Otorita
Vidi Aldiano Umumkan Hiatus 2025, Fokus Pulihkan Kanker Ginjal dan Siapkan Album Baru
KPK Tangkap Gubernur Riau Abdul Wahid, Menjadi Operasi Tangkap Tangan Keenam Sepanjang 2025
BEI dan S&P Dow Jones Luncurkan 3 Indeks Baru untuk Perkuat Pasar Modal Indonesia
Harga Beras Turun di 23 Provinsi, Badan Pusat Statistik Catat Deflasi Dua Bulan Beruntun