- Ekspor Indonesia tembus US$ 209,8 miliar hingga September 2025, tumbuh 8,14% di tengah pelemahan global.
- Surplus perdagangan berlanjut 65 bulan berturut-turut, didorong ekspor industri pengolahan dan CPO.
- Inflasi Oktober 2025 terkendali di 2,86% yoy, menjaga stabilitas ekonomi nasional.
24JAMEWS.COM - Apakah ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh stabil di tengah perlambatan global dan ketidakpastian harga komoditas dunia?
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jawabannya cukup meyakinkan.
BPS mencatat kinerja perdagangan luar negeri Indonesia tetap positif sepanjang Januari–September 2025 dengan nilai ekspor mencapai US$ 209,8 miliar, naik 8,14 persen secara tahunan (yoy).
Baca Juga: 5 Wilayah Jawa Timur Dilanda Cuaca Ekstrem, 112 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang
Kenaikan ini terjadi meski harga batubara dunia turun 23,6 persen yoy, karena didorong peningkatan ekspor nonmigas terutama dari industri pengolahan yang tumbuh 20,25 persen.
Surplus Perdagangan Capai Rekor 65 Bulan Berturut-Turut
Neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus besar, yaitu US$ 33,5 miliar, meningkat US$ 11,3 miliar dibanding periode sama tahun lalu.
Surplus terbesar berasal dari Amerika Serikat (US$ 13,5 miliar), India (US$ 10,5 miliar), dan Filipina (US$ 6,5 miliar), sementara defisit terdalam terjadi dengan Tiongkok (US$ -14,3 miliar).
Baca Juga: Ignasius Jonan Bertemu Presiden Prabowo Subianto Selama 2 Jam di Istana, Tak Bahas Whoosh
Sektor Industri Pengolahan Jadi Motor Ekspor Nonmigas
Ekspor besi dan baja tumbuh 11,8 persen menjadi US$ 21 miliar, sementara CPO dan turunannya naik 18,1 persen menjadi US$ 18 miliar.
Tujuan ekspor utama masih didominasi Tiongkok (23,3 persen), Amerika Serikat (11,5 persen), dan India (7 persen).
Kunjungan Wisatawan Naik, Sektor Jasa Mulai Pulih
BPS juga mencatat jumlah wisatawan mancanegara meningkat 10,2 persen menjadi 11,4 juta
Baca Juga: Market Cap BEI Turun 2,47 Persen Jadi Rp14.857 Triliun, Indeks Harga Saham Ditutup 8.163 kunjungan.
Sedangkan wisatawan nusantara melonjak 18,9 persen menjadi 901 juta perjalanan, menandakan pemulihan kuat sektor pariwisata nasional.
Artikel Terkait
Market Cap BEI Turun 2,47 Persen Jadi Rp14.857 Triliun, Indeks Harga Saham Ditutup 8.163
Harga Batu Bara Turun Sebanyak 18 Persen, Namun Bumi Resources Tetap Kantongi Laba Positif
Pasar Kripto Konsolidasi Usai Keputusan The Fed dan Pertemuan Donald Trump - Xi Jinping
Hasto Ungkap Megawati Sudah Ingatkan Jokowi Soal Prioritas Rakyat Sebelum Whoosh Dimulai
Dua Korporasi Tambah Emisi Sebesar Rp4 Triliun, BEI Bukukan 151 Obligasi dan Sukuk
Proyek IKN Disebut Tanpa Dasar Hukum Daerah, Anthony Budiawan Soroti Masalah Otorita
BEI dan S&P Dow Jones Luncurkan 3 Indeks Baru untuk Perkuat Pasar Modal Indonesia
Harga Beras Turun di 23 Provinsi, Badan Pusat Statistik Catat Deflasi Dua Bulan Beruntun
Ignasius Jonan Bertemu Presiden Prabowo Subianto Selama 2 Jam di Istana, Tak Bahas Whoosh
5 Wilayah Jawa Timur Dilanda Cuaca Ekstrem, 112 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang