- Stimulus dibiayai tanpa menambah defisit APBN, fokus pada bansos dan insentif pajak.
- Purbaya menyatakan sistem keuangan Indonesia tetap stabil di tengah ketidakpastian global.
- Pemerintah siapkan stimulus Rp34,4 triliun untuk menjaga pertumbuhan di atas 5,5 persen.
24JAMNEWS.COM - Apakah ekonomi Indonesia benar-benar kebal terhadap guncangan global dan ancaman perlambatan dunia yang masih membayangi menjelang akhir tahun ini?
Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa sistem keuangan nasional berada dalam kondisi stabil dan terkendali.
Di tengah-tengah tantangan ekonomi global yang belum sepenuhnya mereda.
Baca Juga: Satgas PKH Tertibkan Tambang Ilegal 116,90 Hektare Milik Anak Korporasi Harum Energy
Ia menilai bahwa pondasi fiskal dan moneter yang kuat menjadi alasan utama stabilitas ini dapat dipertahankan hingga akhir tahun 2025.
Menurutnya, pemerintah terus menjaga keseimbangan kebijakan agar tidak menciptakan tekanan tambahan terhadap inflasi maupun nilai tukar rupiah.
Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksikan Capai Lebih dari 5,5 Persen
Dalam pernyataannya, Purbaya menyebut bahwa pemerintah optimistis laju pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menembus di atas 5,5 persen pada akhir tahun.
Baca Juga: Ekspor Industri Pengolahan Naik Sebanyak 20 Persen, Negara Tiongkok Tetap Tujuan Utama
Ia menilai bahwa kebijakan fiskal yang ekspansif namun terukur, ditambah dengan penyaluran stimulus baru, akan memperkuat daya beli masyarakat dan aktivitas dunia usaha.
“Dengan dorongan stimulus dan optimalisasi belanja negara, kami melihat ruang pertumbuhan yang positif di sisa tahun ini,” ujar Purbaya, Menteri Keuangan RI.
Belanja Negara Jadi Penopang Aktivitas Ekonomi Domestik
Purbaya menyoroti peran penting belanja negara, khususnya pada triwulan ketiga tahun ini, yang disebut berhasil menahan perlambatan di sejumlah sektor ekonomi.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem November 2025: Ribuan Warga Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Jawa Timur
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi anggaran agar perputaran ekonomi di daerah tetap terjaga.
“Pemda harus segera membelanjakan anggaran agar manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Artikel Terkait
Kolaborasi BEI–S&P DJI Hadirkan Indeks dengan Tolok Ukur Global untuk Pasar Modal Indonesia
Tren Positif, Badan Pusat Statistik: Harga Beras Turun di Semua Level Pasar Oktober 2025
Usai 2 Jam Bertemu Presiden Prabowo Subianto, Ignasius Jonan: Tak Ada Diskusi Soal Whoosh
Cuaca Ekstrem November 2025: Ribuan Warga Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Jawa Timur
Ekspor Industri Pengolahan Naik Sebanyak 20 Persen, Negara Tiongkok Tetap Tujuan Utama
Presiden Prabowo Subianto: Utang Whoosh Bukan Masalah, Indonesia Akan Selesaikan
Presiden Prabowo Subianto Setujui Rp5 Triliun untuk 30 Kereta Baru, Target Rampung Setahun
3 Langkah Aman Berdigital: Komdigi Edukasi 100 Peserta Lewat Webinar Literasi Digital
Satgas PKH Tertibkan Tambang Ilegal 116,90 Hektare Milik Anak Korporasi Harum Energy
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp34,4 Triliun, Menku Purbaya Optimis Ekonomi Tumbuh 5,5 Persen