• Sabtu, 18 April 2026

Menuju 2026: OJK Targetkan Peningkatan Kepercayaan 30 Persen dan Stabilitas Pasar Modal Nasional

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Jumat, 7 November 2025 | 10:44 WIB
 Edi Broto Suwarno dari OJK menyampaikan arah kebijakan penguatan stabilitas pasar modal dalam seminar nasional PAEI 2025. (Dok. PAEI )
Edi Broto Suwarno dari OJK menyampaikan arah kebijakan penguatan stabilitas pasar modal dalam seminar nasional PAEI 2025. (Dok. PAEI )

NEWS SUMMARY:

  • OJK menegaskan pengawasan adaptif untuk menjaga kepercayaan pasar.
  • Edi Broto: prinsip trust dan resilience penting hadapi dinamika global.
  • PAEI hadirkan forum strategis bahas arah ekonomi dan investasi nasional.

24JAMNEWS.COM - Bagaimana menjaga kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global yang terus berubah?

Inilah pertanyaan besar yang dijawab OJK saat menegaskan arah penguatan pasar modal menuju 2026

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya penguatan kepercayaan dan stabilitas di pasar modal sebagai fondasi menghadapi tantangan ekonomi global tahun 2026.

Baca Juga: 16 Calon Anggota DEN 2026–2030 Diserahkan Presiden Prabowo, DPR Siapkan Uji Kelayakan

Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK, Edi Broto Suwarno, menyampaikan komitmen OJK dalam memperkuat ketahanan dan kepercayaan di sektor keuangan nasional.

Dia mengatakan hal itu dalam Dalam seminar nasional bertajuk “Market Outlook 2026: Navigating 2026 — Trust, Stability and Financial Resilience” yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI) di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI).

“OJK berkomitmen memperkuat kepercayaan investor dan stabilitas kelembagaan di sektor pasar modal melalui pengawasan yang adaptif dan kolaboratif,” ujar Edi Broto Suwarno.

Baca Juga: 119 Korban Jiwa, Desa Hilang: Fakta Lengkap Banjir Bandang Jember Tahun 2006

Kolaborasi Jadi Kunci Menghadapi Dinamika Ekonomi Global

Edi Broto menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi pemulihan dan konsolidasi pasar modal Indonesia.

Menurutnya, sinergi antara regulator, pelaku industri, dan analis menjadi faktor utama menciptakan ekosistem pasar modal yang transparan dan berdaya saing.

“OJK mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperluas basis investor domestik, memperkuat tata kelola lembaga efek, serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga: Jokowi: Semua Pemimpin Punya Jasa, Soeharto dan Gus Dur Masuk 40 Usulan Pahlawan Nasional

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis agar pasar modal Indonesia semakin tangguh menghadapi perubahan kebijakan global dan gejolak ekonomi internasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X