NEWS SUMMARY:
- OJK menegaskan pengawasan adaptif untuk menjaga kepercayaan pasar.
- Edi Broto: prinsip trust dan resilience penting hadapi dinamika global.
- PAEI hadirkan forum strategis bahas arah ekonomi dan investasi nasional.
24JAMNEWS.COM - Bagaimana menjaga kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global yang terus berubah?
Inilah pertanyaan besar yang dijawab OJK saat menegaskan arah penguatan pasar modal menuju 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya penguatan kepercayaan dan stabilitas di pasar modal sebagai fondasi menghadapi tantangan ekonomi global tahun 2026.
Baca Juga: 16 Calon Anggota DEN 2026–2030 Diserahkan Presiden Prabowo, DPR Siapkan Uji Kelayakan
Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK, Edi Broto Suwarno, menyampaikan komitmen OJK dalam memperkuat ketahanan dan kepercayaan di sektor keuangan nasional.
Dia mengatakan hal itu dalam Dalam seminar nasional bertajuk “Market Outlook 2026: Navigating 2026 — Trust, Stability and Financial Resilience” yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI) di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI).
“OJK berkomitmen memperkuat kepercayaan investor dan stabilitas kelembagaan di sektor pasar modal melalui pengawasan yang adaptif dan kolaboratif,” ujar Edi Broto Suwarno.
Baca Juga: 119 Korban Jiwa, Desa Hilang: Fakta Lengkap Banjir Bandang Jember Tahun 2006
Kolaborasi Jadi Kunci Menghadapi Dinamika Ekonomi Global
Edi Broto menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi pemulihan dan konsolidasi pasar modal Indonesia.
Menurutnya, sinergi antara regulator, pelaku industri, dan analis menjadi faktor utama menciptakan ekosistem pasar modal yang transparan dan berdaya saing.
“OJK mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperluas basis investor domestik, memperkuat tata kelola lembaga efek, serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga: Jokowi: Semua Pemimpin Punya Jasa, Soeharto dan Gus Dur Masuk 40 Usulan Pahlawan Nasional
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis agar pasar modal Indonesia semakin tangguh menghadapi perubahan kebijakan global dan gejolak ekonomi internasional.
Artikel Terkait
BPS: Sebanyak 7,46 Juta Pengangguran di Agustus 2025, Turun 4.092 Orang dari Tahun Lalu
Wali Kota Termuda New York, Zohran Mamdani Balas Sindiran Presiden Trump Lewat Pidato
50,5 Persen Suara untuk Zohran Mamdani: Balasan Politik untuk Presiden Donald Trump
Sebanyak 2.766 Gempa Letusan Tercatat PVMBG, Gunung Semeru Masih Berstatus Waspada
Menelusuri Kampung Cipangisikan, Desa di Rancabali, Jabar dengan Suhu Ekstrem
Mengapa Kampung Kuta Ciamis Disebut Lembah Seribu Pantangan? Ini Alasannya
Kapolri Pastikan Sebanyak 87 Kontainer Fatty Matter Berisi Turunan CPO Terselubung
Jokowi: Semua Pemimpin Punya Jasa, Soeharto dan Gus Dur Masuk 40 Usulan Pahlawan Nasional
119 Korban Jiwa, Desa Hilang: Fakta Lengkap Banjir Bandang Jember Tahun 2006
16 Calon Anggota DEN 2026–2030 Diserahkan Presiden Prabowo, DPR Siapkan Uji Kelayakan