NEWS SUMMARY
- Bank BJB akan membatalkan pengangkatan Mardigu Wowiek, Helmy Yahya, dan Joko Hartono dalam RUPSLB 1 Desember 2025 atas rekomendasi OJK.
- OJK menyatakan hasil RUPS 16 April 2025 tidak berlaku karena tidak memenuhi kelayakan dan kepatutan.
- Mardigu menunggu keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, sementara Helmy Yahya menyebut dirinya baik-baik saja.
24JAMNEWS.COM - Apakah penunjukan publik figur di bank daerah benar-benar diawasi secara ketat oleh regulator?
Dalam langkah yang mengejutkan, Bank BJB akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 Desember 2025.
Untuk secara resmi membatalkan pengangkatan dua komisaris serta satu direktur kepatuhan yang sebelumnya diresmikan.
Baca Juga: 4.200 Kasus Akun Palsu Terungkap, Hashim Djojohadikusumo Tegaskan Tak Punya Media Sosial
Pengurus yang dibatalkan antara lain: Wowiek Prasantyo (alias Bossman Mardigu) sebagai Komisaris Utama Independen.
Helmy Yahya sebagai Komisaris Independen, dan Joko Hartono Kalisman sebagai Direktur Kepatuhan.
Alasan pembatalan, menurut keterbukaan informasi perseroan, adalah tindak lanjut dari surat-surat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Express Discharge Hadir di 53 Rumah Sakit, Peserta Bisa Pulang Langsung Setelah Konsultasi Dokter
OJK enyatakan bahwa pengangkatan tersebut dianggap tidak berlaku karena evaluasi kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilakukan oleh regulator.
Regulator berdasarkan regulasi POJK telah mengatur bahwa calon komisaris dan direksi bank wajib memenuhi persyaratan kompetensi, integritas, dan reputasi.
Keputusan OJK tersebut sudah mengikuti instrumen yang berlaku dan bukan semata politis.
Baca Juga: Tiga Juta Rumah Baru Dikejar Pemerintah Hingga 2029, Backlog Perumahan Masih 9,9 Juta Unit
Dengan agenda RUPSLB yang dijadwalkan, Bank BJB kini menghadapi tekanan untuk mengajukan pengurus baru yang sesuai kriteria regulator dan memulihkan kepercayaan publik.
Artikel Terkait
Operasi Mayjen Febriel Buyung Sikumbang Sita 14 Alat Berat Tambang Ilegal Bangka Tengah
Lima Saham Melonjak di Atas 24 Persen Saat Indeks Harga Saham Gabungan Naik 22 Poin
Pertumbuhan Ekonomi 2026 Capai 5,33 Persen, BI: Bisa Tembus 5,4 Persen Bila Belanja Cepat
ADIPEC 2025: Indonesia Bisa Tampilkan Arah Baru Energi Nasional Bersama Pertamina EP
Citapen Ciamis Jawa Barat Simpan Lukisan Batu Tangan Manusia Purba 7.000 Tahun
Pemerintah Perkuat Hilirisasi dan Properti, Investasi Naik Jadi Rp1.434 Triliun Pada Kuartal III 2025
Investasi Nasional Capai Rp1.434 Triliun, Pemerintah Targetkan Ekonomi Tumbuh 8 Persen Pada 2029
Investor Bersiap! SCMA Umumkan Bagi Dividen Interim 2025 Sebesar Rp9 Per Saham
Waspada Modus Baru: Akun Palsu Gunakan Nama Hashim Djojohadikusumo untuk Investasi Bodong
Data Unik: Lebih dari 50 Rumah di Kampung Pasir Makam Cianjur Dikelilingi oleh Kuburan