NEWS SUMMARY:
- Pemerintah mewaspadai potensi inflasi dan gangguan logistik global sambil menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik tetap stabil.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan ekonomi Indonesia tetap ekspansif meski ketidakpastian global meningkat akibat konflik Timur Tengah.
- PMI manufaktur Indonesia Februari mencapai level tertinggi dua tahun terakhir dan lebih baik dibanding beberapa negara ekonomi besar dunia.
24JAMNEWS.COM - Seberapa siap pemerintah menjaga stabilitas ekonomi Indonesia saat risiko geopolitik global semakin meningkat tahun ini?
Instrumen apa yang disiapkan untuk memastikan daya beli masyarakat tetap kuat menghadapi tekanan ekonomi dunia?
Strategi Fiskal Pemerintah Menjadi Kunci Stabilitas Ekonomi Indonesia Tahun Ini
Pemerintah menegaskan kebijakan fiskal akan menjadi instrumen utama menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah tekanan geopolitik serta ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan ekonomi nasional masih berada dalam fase ekspansi yang memberikan ruang kebijakan untuk meredam risiko eksternal.
“Kita tidak perlu takut menghadapi dampak gejolak global karena pemerintah memiliki instrumen untuk mengendalikan dampak negatif ekonomi,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa.
Data Ekonomi Domestik Menunjukkan Fundamental Nasional Tetap Relatif Kuat Stabil
PMI manufaktur Indonesia pada Februari mencapai 53,8 yang menunjukkan ekspansi sektor industri sekaligus mencerminkan permintaan domestik yang masih terjaga.
Baca Juga: Distribusi Program Makan Bergizi Gratis Perlu Fokus Daerah Miskin Agar Anggaran Tepat Sasaran
Indeks Keyakinan Konsumen juga berada di level 125,2 yang menunjukkan persepsi positif masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan prospek pendapatan mereka.
Kombinasi indikator tersebut memperkuat sinyal fundamental ekonomi nasional tetap kuat meski tekanan global masih membayangi sepanjang 2026.
Konsumsi Rumah Tangga Tetap Menjadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Mandiri Spending Index mencatat skor 360,7 pada Februari yang mencerminkan peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat menjelang Ramadan tahun ini.
Pengeluaran terbesar tercatat pada sektor barang konsumsi, pendidikan, serta transportasi yang mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal.
Artikel Terkait
Pete Hegseth Sebut Iran Tertekan, AS Tegaskan Operasi Militer Berlanjut Hingga Target Strategis Tercapai
Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dalam Peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara Indonesia
Susunan Baru Pimpinan OJK 2026 - 2031 Disahkan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin Pengawasan Industri Keuangan
Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Disorot Soal Distribusi dan Pengawasan Anggaran untuk Anak Indonesia
Perbandingan Program Makan Sekolah Dunia Muncul Setelah Gugatan Program MBG ke MK Indonesia
PT Agrinas Pangan Nusantara Disorot DPR Soal Impor Mobil Pikap Kopdes, Menkop Beri Penjelasan Resmi
Pengungkapan Tambang Emas Ilegal Jadi Bukti Pengawasan Sumber Daya Alam Masih Jadi Tantangan
Dugaan Pencabulan Anak Libatkan Jebolan Indonesia Idol, Polisi Tegaskan Tidak Ada Perlakuan Khusus
Target Swasembada Energi 4 Tahun, Prabowo Optimistis Kurangi Impor BBM Lewat Biodiesel dan Energi Terbarukan
Menguak Kerentanan Kharg Island Sebagai Jantung Ekspor Minyak Iran dalam Tekanan Geopolitik Global Modern