Sejumlah pemberitaan media nasional sebelumnya menyebut transisi energi membutuhkan waktu panjang karena faktor infrastruktur dan investasi.
Karena itu, batu bara masih diposisikan sebagai energi penyangga selama proses transisi berlangsung.
Baca Juga: Utang Luar Negeri Melonjak, Dampaknya Terhadap Stabilitas Rupiah dan Ekonomi Nasional ke Depan
Kebijakan peningkatan produksi saat ini dinilai sebagai langkah pragmatis menghadapi kebutuhan energi jangka pendek.
Keberhasilan kebijakan ini akan sangat ditentukan oleh keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan agenda transisi energi nasional.****
Artikel Terkait
Sri Lanka Kembali Krisis Energi: Pemerintah Terapkan Penjatahan BBM Digital dan Penghematan Nasional
Konflik Timur Tengah Picu Krisis Energi Sri Lanka, Pemerintah Ambil Kebijakan Darurat untuk Stabilitas Ekonomi
Papua Nugini Terapkan Libur Rabu Demi Hemat BBM, Apakah Kebijakan Ini Efektif Tekan Krisis Energi
Kebijakan Hemat Energi Papua Nugini Liburkan ASN Setiap Rabu, Strategi Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Kasus Penggelapan Dana Jemaat Rp28 Miliar, Polda Sumut Kejar Oknum BNI Hingga Australia Lewat Interpol
Mantan Pejabat BNI Jadi Tersangka Dana Jemaat Hilang Rp28 Miliar, Polisi Ajukan Red Notice Interpol
Polisi Tangkap 17 Penambang Emas Ilegal Mandailing Natal, Polda Sumut Kejar Pemodal Tambang Tanpa Izina
Kasus PETI Sumut Terungkap, 17 Penambang Diamankan, Polisi Dalami Dugaan Pemodal Tambang Emas Ilegal
Pertemuan Perdana Denada dan Putranya Jadi Momentum Penting Memperbaiki Komunikasi Keluarga
Denada Beri Kebebasan Ressa Rossano Tentukan Pilihan Hidup Namun Tetap Berikan Dukungan