• Sabtu, 18 April 2026

Cadangan Devisa Naik Tapi Rupiah Melemah, Fakta Kontradiktif Ekonomi yang Perlu Dicermati Investor

Photo Author
Tim 24 Jam News, 24jamnews.com
- Rabu, 25 Maret 2026 | 19:00 WIB
Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies), Anthony Budiawan menjelaskan risiko fundamental ekonomi Indonesia dalam kajian terbaru Political Economy and Policy Studies. (Instagram.com @anthony_budiawan)
Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies), Anthony Budiawan menjelaskan risiko fundamental ekonomi Indonesia dalam kajian terbaru Political Economy and Policy Studies. (Instagram.com @anthony_budiawan)

Skenario Depresiasi Rupiah Perlu Diantisipasi Melalui Kebijakan Preventif

Anthony Budiawan memperkirakan depresiasi rupiah hingga sekitar Rp20.400 per Dolar AS masih dalam rentang historis jika pelemahan mencapai 20 persen.

Baca Juga: Harga Minyak Berpotensi Sentuh 140 Dolar AS, Apakah Indonesia Siap Hadapi Risiko Resesi Global Tahun Ini

Ia mengatakan skenario tersebut bisa terjadi dalam rentang tiga sampai enam bulan jika tekanan eksternal meningkat signifikan.

Anthony Budiawan menilai pemerintah perlu memperkuat fundamental ekonomi untuk mengurangi risiko tekanan nilai tukar yang berulang.

Pelajaran Krisis 1997 Menjadi Referensi Penting Mitigasi Risiko Ekonomi

Anthony Budiawan mengingatkan pelemahan rupiah 25 sampai 30 persen pada 1997 mendorong Indonesia meminta bantuan International Monetary Fund.

Baca Juga: Mengapa Saudi Aramco Kurangi Pasokan Minyak ke Asia Saat Permintaan Energi Mulai Pulih Kembali

Ia menyebut keterlambatan respons kebijakan saat itu memperbesar dampak krisis hingga memicu tekanan sistem keuangan nasional.

Anthony Budiawan menekankan pelajaran sejarah menunjukkan pentingnya mitigasi risiko sejak dini sebelum tekanan berubah menjadi krisis valuta.

Media arus utama sebelumnya melaporkan volatilitas pasar global meningkat akibat konflik geopolitik dan kebijakan suku bunga ketat negara maju.

Baca Juga: 140 Juta Barel Minyak Iran Dilepas ke Pasar Global, Ini Dampaknya Terhadap Harga Minyak Dunia

Bank Indonesia dalam berbagai publikasi resmi menyebut stabilitas eksternal menjadi fokus utama kebijakan moneter beberapa tahun terakhir.

Anthony Budiawan menegaskan penguatan sektor riil dan ekspor bernilai tambah menjadi strategi penting memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia jangka panjang.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X