NEWS SUMMARY:
- Pengalaman krisis energi 2008 dan 2013 menjadi referensi penting menghadapi lonjakan harga minyak global tahun 2026.
- SBY menilai kombinasi kebijakan subsidi tepat sasaran dan efisiensi energi dapat meredam dampak ekonomi global.
- Optimisme muncul karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai cukup kuat menghadapi risiko gejolak harga minyak dunia.
24JAMNEWS.COM - Seberapa besar dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap harga BBM dan kebutuhan harian masyarakat Indonesia?
Apakah pengalaman menghadapi krisis energi sebelumnya cukup kuat melindungi daya beli kelas produktif saat ini?
Lonjakan Harga Minyak Dunia Picu Kekhawatiran Stabilitas Ekonomi Nasional
Pergerakan harga minyak global kembali menjadi perhatian publik setelah konflik geopolitik menyebabkan lonjakan tajam harga energi internasional sepanjang Maret 2026.
Baca Juga: APBN Indonesia Tetap Terkendali, Apa Faktor Penopang Stabilitas Fiskal Menurut Menkeu Purbaya
Situasi ini memicu kekhawatiran terhadap potensi kenaikan harga BBM dan efek lanjutan terhadap inflasi domestik.
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak masyarakat melihat situasi ini secara rasional berdasarkan pengalaman krisis sebelumnya.
Ia menyampaikan bahwa fluktuasi harga energi merupakan siklus global yang harus dihadapi dengan kebijakan terukur dan komunikasi publik efektif.
SBY menilai pemerintah memiliki ruang kebijakan cukup untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik jika langkah antisipasi dilakukan secara disiplin.
Baca Juga: Target Pemerintah di Atas 5 Persen, OECD Justru Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Lambat
Pengalaman Pemerintahan SBY Jadi Rujukan Hadapi Krisis Energi Modern
SBY mengingat kembali tantangan fiskal yang dihadapi Indonesia ketika harga minyak melonjak selama periode pemerintahannya.
Ia menjelaskan bahwa tekanan defisit APBN saat itu dapat dikendalikan melalui kombinasi kebijakan subsidi selektif dan efisiensi anggaran negara.
“Pengalaman menunjukkan bahwa kebijakan yang tepat dapat mengurangi tekanan fiskal akibat lonjakan harga energi,” tulis Susilo Bambang Yudhoyono.
Artikel Terkait
Antusiasme Warga di Open House Prabowo Ungkap Kedekatan Presiden dan Rakyat dalam Tradisi Lebaran
Penerimaan PPN Melonjak Tajam Tahun 2026, Ini Penjelasan Resmi Kementerian Keuangan Terbaru Hari Ini
Krisis BBM Slovakia Makin Serius, Pemerintah Batasi Pembelian BBM Kendaraan Asing di Perbatasan Eropa
Kontroversi Video Viral MBG, Hendrik Irawan Jelaskan Skema Insentif dan Dukung Program Prabowo
Kronologi Yaqut Cholil Qoumas Kembali Ditahan KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji yang Masih Diselidiki
Trump Tunda Serangan Ke Iran Lima Hari, Negosiasi Damai Timur Tengah Mulai Terbuka Peluang Baru
Harga Minyak Dunia Turun Tajam Setelah Trump Umumkan Jeda Konflik Amerika Serikat dan Iran
Krisis Avtur Vietnam Ganggu Jadwal Penerbangan Vietnam Airlines, Ini Dampaknya Bagi Industri Transportasi
Indonesia Raya dan Kisah Media Investigasi yang Berkali Kali Dibredel dalam Sejarah Pers Indonesia
Mengungkap Sejarah Indonesia Raya, Media Kritis yang Berani Kritik Korupsi dan Kebijakan Pemerintah