NEWS SUMMARY:
- Program kendaraan listrik disebut mampu menghemat biaya energi masyarakat hingga 80 persen berdasarkan simulasi pemerintah
- Momentum kenaikan harga minyak dinilai waktu tepat memperbaiki kebijakan subsidi agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan
- Ekonom INDEF ingatkan krisis energi global bisa berdampak ke ekonomi Indonesia jika transisi energi terlambat dilakukan
24JAMNEWS.COM - Mengapa subsidi BBM justru lebih banyak dinikmati kelompok mampu dibanding masyarakat bawah?
Bisakah kendaraan listrik menjadi solusi agar subsidi energi lebih adil dan tepat sasaran?
Ketimpangan Konsumsi Subsidi Energi Jadi Sorotan Kebijakan Ekonomi Nasional
Ketimpangan distribusi subsidi energi menjadi perhatian ekonom karena manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga: Krisis Energi Global 2026 Memanas, SBY Dukung Pemerintah Jaga Stabilitas Harga BBM Nasional
Data kajian INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) menunjukkan konsumsi pertalite lebih banyak digunakan kelompok ekonomi atas dibanding masyarakat bawah.
Prof Didik J Rachbini Ph.D, Ekonom INDEF, mengatakan sekitar 63 persen subsidi dinikmati kelompok atas.
Sementara kelompok masyarakat ekonomi bawah hanya menikmati sekitar 37 persen dari total konsumsi energi bersubsidi nasional.
Baca Juga: APBN Indonesia Tetap Terkendali, Apa Faktor Penopang Stabilitas Fiskal Menurut Menkeu Purbaya
Kendaraan Listrik Disebut Solusi Kebijakan Subsidi Lebih Tepat Sasaran
Transformasi kendaraan listrik dinilai dapat menjadi solusi memperbaiki efektivitas kebijakan subsidi energi agar lebih tepat sasaran.
Didik J Rachbini menyatakan konversi kendaraan BBM ke listrik dapat mengurangi ketergantungan subsidi sekaligus memperbaiki struktur belanja negara.
Ia menyebut kendaraan listrik mampu menekan subsidi energi hingga 85 persen berdasarkan hasil kajian INDEF.
Baca Juga: Target Pemerintah di Atas 5 Persen, OECD Justru Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Lambat
Menurutnya reformasi energi harus diarahkan tidak hanya pada efisiensi fiskal tetapi juga keadilan distribusi manfaat subsidi.
Artikel Terkait
Antusiasme Warga di Open House Prabowo Ungkap Kedekatan Presiden dan Rakyat dalam Tradisi Lebaran
Penerimaan PPN Melonjak Tajam Tahun 2026, Ini Penjelasan Resmi Kementerian Keuangan Terbaru Hari Ini
Krisis BBM Slovakia Makin Serius, Pemerintah Batasi Pembelian BBM Kendaraan Asing di Perbatasan Eropa
Kontroversi Video Viral MBG, Hendrik Irawan Jelaskan Skema Insentif dan Dukung Program Prabowo
Kronologi Yaqut Cholil Qoumas Kembali Ditahan KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji yang Masih Diselidiki
Trump Tunda Serangan Ke Iran Lima Hari, Negosiasi Damai Timur Tengah Mulai Terbuka Peluang Baru
Harga Minyak Dunia Turun Tajam Setelah Trump Umumkan Jeda Konflik Amerika Serikat dan Iran
Krisis Avtur Vietnam Ganggu Jadwal Penerbangan Vietnam Airlines, Ini Dampaknya Bagi Industri Transportasi
Indonesia Raya dan Kisah Media Investigasi yang Berkali Kali Dibredel dalam Sejarah Pers Indonesia
Mengungkap Sejarah Indonesia Raya, Media Kritis yang Berani Kritik Korupsi dan Kebijakan Pemerintah