NEWS SUMMARY:
- Refocusing anggaran menjadi kebijakan strategis pemerintah untuk menjaga efektivitas penggunaan APBN dalam menghadapi dinamika ekonomi global.
- Belanja non prioritas dialihkan menuju program produktif guna meningkatkan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat luas.
- Potensi penghematan anggaran negara dari kebijakan efisiensi ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp130 triliun tahun 2026.
24JAMNEWS.COM - Apakah pemangkasan anggaran perjalanan dinas bisa membuat birokrasi lebih efektif dan fokus melayani masyarakat?
Bisakah efisiensi belanja pemerintah benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi nyata bagi publik?
Transformasi Budaya Kerja Pemerintah untuk Efisiensi dan Produktivitas Nasional
Pemerintah meluncurkan delapan transformasi budaya kerja sebagai bagian strategi meningkatkan efisiensi birokrasi dan produktivitas belanja negara.
Baca Juga: OSS dan KBLI 2025 Jadi Kunci Pemerintah Bangun Sistem Perizinan Usaha Cepat Transparan Terintegrasi
Program ini menjadi langkah adaptif menghadapi dinamika global sekaligus memperkuat efektivitas tata kelola anggaran pemerintah.
Arahan kebijakan tersebut berasal dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rangka meningkatkan kualitas belanja negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kebijakan tersebut dalam konferensi pers Selasa (31/3/2026).
Refocusing Anggaran Jadi Instrumen Reformasi Kinerja Kementerian Dan Lembaga
Refocusing anggaran dilakukan melalui penataan ulang program kementerian dan lembaga agar lebih fokus pada kinerja berbasis hasil.
Belanja yang dianggap kurang berdampak langsung seperti perjalanan dinas dan kegiatan seremonial menjadi sasaran efisiensi pemerintah.
Langkah ini bertujuan memperkuat budaya kerja produktif dan mendorong birokrasi lebih berorientasi pada pelayanan publik.
Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah melakukan prioritasasi dan refocusing belanja kementerian dan lembaga sebagai langkah strategis pengelolaan keuangan negara.
Efisiensi Belanja Negara jntuk Program Prioritas dan Kesejahteraan Masyarakat
Anggaran hasil efisiensi akan dialihkan menuju program yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Artikel Terkait
Diplomasi Ekonomi Prabowo di Tokyo Perkuat Kerja Sama Indonesia - Jepang di Tengah Persaingan Investasi
Prabowo Subianto Buka Akses Investor Jepang Laporkan Hambatan Investasi Langsung Demi Percepatan Ekonomi
Mengapa Prajurit TNI Bisa Jadi Korban Konflik Lebanon, Ini Penjelasan Resmi Kronologi Misi UNIFIL Terbaru
Peran Indonesia Dalam UNIFIL Diuji Setelah 3 Prajurit TNI Gugur dalam Insiden Konflik Lebanon Selatan
KBLI 2025 Berlaku Nasional, Pelaku Usaha Diminta Update Data AHU Jika Ada Perubahan Kegiatan Usaha
Transformasi Perizinan Digital KBLI 2025 Jadi Strategi Pemerintah Tingkatkan Investasi dan Kepastian Hukum
Biaya Retrofit Kapal Induk Indonesia Capai 450 Juta Dolar AS Ini Alasan Investasi Strategis Pertahanan Laut
Harga Energi Naik Tajam, Dunia Waspada Dampak Inflasi dan Ancaman Perlambatan Ekonomi Global
WFH Satu Hari untuk ASN Dikaji, Jadi Strategi Hemat Energi dan Dorong Pariwisata Domestik Nasional
Target Defisit APBN 202 Aman, Bagaimana Strategi Pemerintah Menjaga Ruang Fiskal Tetap Sehat