Pemerintah Kawal Implementasi Agar Kerja Sama Tidak Berhenti Seremonial
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan pemerintah fokus memastikan implementasi konkret dari seluruh kesepakatan yang dihasilkan.
"Sehingga total keseluruhan mencapai 33,89 miliar Dolar AS atau sekitar Rp575 triliun," kata Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet Republik Indonesia.
Pemerintah menilai realisasi kerja sama menjadi kunci agar diplomasi menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Sejumlah pemberitaan media arus utama sebelumnya menyoroti pentingnya diplomasi ekonomi Indonesia dalam menjaga daya saing kawasan Indo Pasifik.
Hubungan Indonesia dengan Jepang dan Korea Selatan selama ini dikenal kuat dalam sektor industri otomotif, elektronik, dan investasi manufaktur.
Kunjungan Presiden ini dinilai melanjutkan tradisi diplomasi aktif Indonesia untuk memperkuat kemitraan strategis dengan ekonomi maju Asia.****
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Transisi KBLI 2025 Aman Bagi Pelaku UMKM dan Korporasi, Tak Ganggu Proses Perizinan Berjalan
Pemerintah Integrasikan Data Usaha Lewat KBLI 2025, OSS Catat 15,7 Juta NIB Pelaku Usaha Aktif Nasional
Prabowo di Forum Bisnis Tokyo Ungkap Strategi Indonesia Tarik Investasi Jepang untuk Industri Masa Depan
Prabowo Dorong Investasi Jepang Percepat Industrialisasi Melalui Hilirisasi Energi Hijau dan Transformasi Digital
Hasil Nyata Kunjungan Prabowo Ke Jepang Dan Korea Selatan, Ini Daftar Kerja Sama Strategis yang Disepakati
Diplomasi Prabowo Perkuat Posisi Indonesia di Asia Timur Lewat Investasi dan Kemitraan Industri Teknologi
Pertamina Tanggung Selisih Harga BBM Nonsubsidi Saat Minyak Global Naik, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi Nasional
Persaingan Asia Dapatkan Minyak Rusia Makin Ketat, Indonesia Siap Masuk dalam Peta Energi Regional?
PHK Pekerja Kontrak Meningkat di Sentra Industri Jabar, Transformasi Industri Otomotif Jadi Tantangan Baru
Sejarah Panjang Selat Hormuz dari Catatan Alexander Agung hingga Konflik Energi Dunia Saat Ini