• Sabtu, 18 April 2026

Evaluasi Menteri Ekonomi Dinilai Penting Jaga Momentum Pertumbuhan dan Stabilitas Ekonomi Tahun 2026

Photo Author
Tim 24 Jam News, 24jamnews.com
- Rabu, 8 April 2026 | 05:55 WIB
Kebijakan belanja negara dinilai perlu diarahkan pada sektor produktif guna menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang. (Dok. kemenkeu.go.id)
Kebijakan belanja negara dinilai perlu diarahkan pada sektor produktif guna menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang. (Dok. kemenkeu.go.id)

NEWS SUMMARY:

  • Strategi belanja agresif pemerintah dinilai belum mampu mendorong sektor riil secara optimal di tengah tekanan inflasi pangan
  • Koordinasi stabilitas keuangan dinilai perlu diperkuat untuk merespons dinamika geopolitik dan volatilitas pasar global
  • Menteng Kleb menilai Indonesia membutuhkan otoritas fiskal kredibel yang seimbang antara disiplin anggaran dan pertumbuhan

24JAMNEWS.COM - Apakah arah kebijakan fiskal Indonesia masih mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global yang meningkat tajam saat ini?

Mengapa pergantian Menteri Keuangan yang diharapkan membawa akselerasi justru memunculkan kekhawatiran baru di kalangan pelaku pasar dan investor domestik?

Transisi Menteri Keuangan Diuji Realitas Ekonomi Global yang Kian Kompleks

Harapan percepatan ekonomi setelah pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati kepada Purbaya Yudhi Sadewa kini menghadapi ujian realitas fiskal yang dinilai semakin berat.

Baca Juga: Pemerintah dan Petani Hutan Bersihkan Sawit Ilegal Demi Masa Depan Ekosistem Mangrove Sumut

Analis ekonomi dari Menteng Kleb, Kusfiardi, menyebut pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 sebesar 5,1 persen masih berada di bawah target pemerintah 5,7 persen.

Menurut Kusfiardi, strategi belanja agresif pemerintah belum memberikan dampak signifikan terhadap sektor riil di tengah tekanan inflasi pangan dan energi.

Defisit Anggaran dan Beban Utang Jadi Sorotan Pelaku Pasar

Kusfiardi menilai ruang fiskal Indonesia semakin terbatas setelah defisit APBN 2026 mendekati batas aman di level 2,92 persen terhadap produk domestik bruto.

Baca Juga: The Harvest Salurkan 800 Paket Sedekah Ramadan Sambil Perkuat Strategi Bisnis Dessert Premium Indonesia

Ia menjelaskan beban subsidi energi meningkat akibat harga minyak dunia, sementara pembayaran bunga utang negara telah mencapai sekitar Rp500 triliun.

Menurut Kusfiardi, kondisi tersebut memicu kekhawatiran investor karena anggaran negara dinilai lebih banyak terserap belanja rutin dibandingkan investasi produktif jangka panjang.

Koordinasi Stabilitas Keuangan Dinilai Belum Merespons Risiko Geopolitik Cepat

Menteng Kleb juga menyoroti peran Menteri Keuangan sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang dinilai belum menunjukkan koordinasi responsif terhadap tekanan global.

Baca Juga: Indonesia Berduka, Tiga Prajurit TNI Gugur Saat Jalankan Tugas Perdamaian PBB di Lebanon

Kusfiardi menyatakan eskalasi konflik geopolitik global berdampak terhadap pelemahan rupiah yang menyentuh kisaran Rp17.002 per Dolar AS.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X