• Sabtu, 18 April 2026

Subsidi APBN Rp1,77 Triliun Diberikan untuk Haji 2026 Saat Harga Avtur Global Naik Signifikan

Photo Author
Tim 24 Jam News, 24jamnews.com
- Minggu, 12 April 2026 | 22:00 WIB
Menkeu Purbaya siapkan tambahan Rp1,77 triliun dari APBN untuk menjaga biaya haji 2026 tetap terjangkau meski harga avtur global meningkat tajam. (Instagram.com @Menkeuri)
Menkeu Purbaya siapkan tambahan Rp1,77 triliun dari APBN untuk menjaga biaya haji 2026 tetap terjangkau meski harga avtur global meningkat tajam. (Instagram.com @Menkeuri)

Ia menambahkan bahwa perhitungan efisiensi dilakukan sepanjang tahun sehingga sebagian dana dapat dimanfaatkan sebelum akhir periode anggaran.

Pendekatan ini mencerminkan fleksibilitas APBN dalam merespons dinamika global yang berdampak langsung ke masyarakat.

Baca Juga: Evaluasi IUP Tambang Ilegal Dipercepat, Prabowo Tekankan Kepentingan Nasional di Atas Kepentingan Kelompok

Presiden Pastikan Biaya Haji Tetap Turun Meski Tekanan Global

Presiden Prabowo Subianto menegaskan biaya haji 2026 tetap turun sekitar Rp2 juta meskipun harga avtur mengalami kenaikan signifikan.

Ia menekankan pemerintah tidak ingin membebani jemaah di tengah tekanan harga energi global yang meningkat.

“Kita pastikan bahwa biaya haji 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta rupiah walaupun harga avtur naik,” kata Prabowo.

Baca Juga: Evaluasi IUP Tambang Ilegal Dipercepat, Prabowo Tekankan Kepentingan Nasional di Atas Kepentingan Kelompok

Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah menjaga akses ibadah haji tetap terjangkau bagi masyarakat.

Langkah tersebut juga memperkuat peran negara dalam menjaga stabilitas biaya layanan publik strategis.

BPIH 2026 Turun Meski Biaya Penerbangan Mengalami Kenaikan

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji atau BPIH 2026 disepakati sebesar Rp87.409.366 per jemaah atau turun Rp2 juta dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: Gencatan Senjata Iran - AS Jadi Sinyal Positif, Indonesia Dorong Penyelesaian Konflik Lewat Diplomasi Damai

Penurunan ini terjadi meski komponen biaya penerbangan mengalami tekanan akibat lonjakan harga bahan bakar pesawat.

Tambahan anggaran Rp1,77 triliun digunakan untuk menutup selisih biaya yang muncul dari kenaikan avtur global.

Kebijakan ini memastikan struktur biaya tetap terkendali tanpa mengurangi kualitas layanan jemaah.

Baca Juga: Prabowo Targetkan Pencabutan Izin Tambang Bermasalah dalam Sepekan, Ini Dampaknya Bagi Investasi Energi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X