NEWS SUMMARY:
- Regulasi SEC dan CFTC kembali berjalan namun minat investor masih menunggu arah suku bunga.
- Bitcoin bergerak di bawah US$100.000 meski pemerintahan AS kembali aktif setelah shutdown 43 hari.
- Pasar kripto melemah karena ketidakpastian inflasi dan tertundanya rilis data ekonomi penting.
24JAMNEWS.COM - Bagaimana mungkin harga Bitcoin justru melemah setelah pemerintah Amerika Serikat kembali beroperasi?
Akankah tekanan makro yang tertunda selama shutdown memicu ketidakpastian yang lebih besar di pasar kripto global?
Pasar kripto melemah setelah Bitcoin turun ke kisaran US$96.000 meski pemerintah Amerika Serikat kembali aktif pada 13 November 2025.
Baca Juga: Gerakan 5 Juta Pohon Kelapa Diluncurkan, Potensi Hilirisasi Disebut Capai Rp4.800 Triliun
Kembalinya aktivitas federal terjadi setelah Presiden Donald Trump menandatangani rancangan anggaran yang mengakhiri shutdown selama 43 hari.
Penutupan pemerintahan tersebut merupakan yang terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat dan memulihkan pendanaan hingga 30 Januari 2026.
Pemulihan aktivitas lembaga seperti SEC dan CFTC memulihkan agenda regulasi tetapi tidak langsung berdampak pada pemulihan pasar kripto.
Baca Juga: Temuan 19.391 Balpres Ungkap Skala Peredaran Pakaian Ilegal di Bandung
Data Ekonomi Penting Tertunda dan Menahan Arah Kebijakan Moneter
Shutdown berkepanjangan menunda rilis data ekonomi utama termasuk CPI dan nonfarm payrolls untuk Oktober 2025.
Data terakhir menunjukkan inflasi tahunan Amerika Serikat mencapai 3 persen pada September 2025 dari 2,9 persen pada Agustus.
Angka tersebut sedikit di bawah proyeksi pasar sebesar 3,1 persen dan masih menjadi rujukan utama The Fed.
Baca Juga: Seberapa Penting Cikawali Bagi Kerajaan Galuh? Ini Catatan Sejarah dan Angkanya
Keterlambatan data menyebabkan ketidakpastian arah suku bunga yang berimbas pada tingkat volatilitas Bitcoin.
Pasar Kripto Menunggu Kepastian Kebijakan Regulator Utama AS
Aktivitas SEC dan CFTC kembali berjalan penuh sehingga pembahasan ETF Kripto dan regulasi stablecoin kembali berlanjut.