Prabowo menyebut Indonesia telah mengurangi impor Solar melalui pengembangan biodiesel berbasis sawit sebagai bagian strategi transisi energi nasional.
Selain bioenergi, pemerintah juga mengembangkan potensi energi panas bumi yang disebut sebagai terbesar kedua di dunia namun belum dimanfaatkan optimal.
"Kita memiliki sumber geothermal sangat besar dan berbagai alternatif energi lain yang bisa memperkuat kemandirian energi nasional," ujar Prabowo.
Target Ambisius Pengembangan Energi Surya Seratus Gigawatt dalam Program Elektrifikasi
Prabowo juga mengumumkan kebijakan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan target kapasitas mencapai 100 Gigawatt.
Program ini menjadi bagian agenda elektrifikasi nasional untuk mempercepat pemanfaatan energi bersih sekaligus meningkatkan rasio elektrifikasi nasional.
Ia menegaskan keputusan tersebut merupakan kebijakan strategis untuk menunjukkan kemampuan Indonesia bergerak cepat dalam transformasi energi global.
"Kita akan membangun energi surya 100 Gigawatt dalam waktu cepat dan membuktikan Indonesia mampu bergerak efektif," tegas Prabowo.
Baca Juga: Penanaman Jagung Serentak 2026 Jadi Langkah Besar Perkuat Ketahanan Pangan dan Produksi Jagung
Sebagai latar belakang, berbagai laporan media arus utama sebelumnya menyoroti pentingnya ketahanan energi dan pangan akibat tekanan geopolitik global serta volatilitas harga energi.****