NEWS SUMMARY:
- Presiden Prabowo Subianto menyatakan ketahanan energi Indonesia tetap aman di tengah konflik Timur Tengah yang memengaruhi pasar energi global.
- Sumber energi berbasis tanaman seperti sawit, singkong, jagung, dan tebu dinilai mampu mendukung pengurangan impor bahan bakar minyak nasional.
- Pemerintah juga menegaskan program swasembada pangan dan energi menjadi fondasi utama menghadapi krisis global yang semakin kompleks.
24JAMNEWS.COM - Seberapa kuat Indonesia menghadapi ancaman krisis global akibat konflik geopolitik dan lonjakan harga energi dunia?
Apakah kekayaan sumber daya alam benar-benar mampu membuat Indonesia keluar dari tekanan ekonomi global dengan kondisi lebih kuat?
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk keluar dari potensi krisis global dengan kondisi ekonomi yang lebih kuat dan mandiri.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Tekanan Pasar Global
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam acara Peresmian 218 Jembatan di seluruh Indonesia secara virtual pada Senin (9/3/2026).
Presiden menilai bahwa kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia memberikan modal penting untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Di tengah konflik Timur Tengah yang meningkatkan tekanan pada harga energi dunia, Indonesia dinilai memiliki posisi yang relatif lebih aman dibanding banyak negara lain.
“Saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka, setiap hari kita temukan kekayaan baru,” ujar Prabowo Subianto.
Kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia Jadi Modal Hadapi Krisis Global
Presiden menyebut Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar dan beragam.
Kekayaan tersebut meliputi sektor energi, pertanian, dan sumber daya hayati yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Migor, Kejagung Geledah Kantor dan Rumah Anggota Ombudsman
Menurut Presiden, potensi tersebut menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi dinamika global.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Ungkap Strategi Indonesia Hadapi Krisis Global Melalui Ketahanan Pangan dan Energi Nasional
Kasus Mirae Asset Mencuat, Manajemen Tegaskan Rp14,5 Triliun Bukan Pendapatan Korporasi dalam Penyelidikan
Harga Minyak Mendekati 100 Dolar AS, Ekonom Indef Sarankan Efisiensi APBN dan Transisi Energi Nasional
Status Siaga 1 TNI Berlaku Nasional, Panglima TNI Perintahkan Patroli Objek Vital dan Kesiapsiagaan Militer
Tambang Emas Tumpang Pitu Picu Perdebatan Soal Investasi, Lingkungan dan Masa Depan Pesisir Selatan
Rencana Perdamaian Gaza Soroti Amnesti Hamas dan Jalur Kemerdekaan Palestina dalam Proposal Global
Ledakan Informasi Digital Membuat Peran Jurnalis Semakin Penting Meski Teknologi AI Semakin Canggih
Kejagung Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Migor dengan Geledah Rumah Anggota Ombudsman RI
Dugaan Suap Rp40 Miliar Kasus Migor, Kejagung Geledah Kantor Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika
Koordinasi Pemerintah dan BI Dinilai Kunci Menjaga Stabilitas Rupiah dan Sistem Keuangan Nasional Indonesia