ekonomi

Konflik Global, Pemerintah Perkuat Produksi Batu Bara untuk Jaga Ekonomi dan Pasokan Energi Nasional

Selasa, 24 Maret 2026 | 12:10 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Operasional tambang batu bara menjadi fokus kebijakan peningkatan produksi untuk menjaga pasokan energi domestik. (Facebook.com @Airlangga Hartarto)

24JAMNEWS.COM - Seberapa jauh Indonesia harus meningkatkan produksi batu bara demi menjaga ekonomi tanpa mengorbankan keberlanjutan sumber daya generasi berikutnya?

Apakah kebijakan ini solusi jangka pendek atau justru menimbulkan dilema baru dalam tata kelola energi nasional?

Kebijakan Produksi Batu Bara di Tengah Tekanan Harga Energi Global

Pemerintah berencana meningkatkan produksi batu bara nasional sebagai langkah antisipasi terhadap kenaikan harga energi global akibat konflik kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: 140 Juta Barel Minyak Iran Dilepas ke Pasar Global, Ini Dampaknya Terhadap Harga Minyak Dunia

Kebijakan ini juga diarahkan untuk memastikan pasokan energi domestik tetap aman sekaligus menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan menyesuaikan RKAB sektor energi sebagai tindak lanjut arahan Presiden.

Airlangga menjelaskan peningkatan produksi juga berperan menjaga kesehatan fiskal agar defisit APBN tetap terkendali sesuai ketentuan undang-undang keuangan negara.

Baca Juga: Langkah Unik Papua Nugini Kurangi Konsumsi BBM Lewat WFH Rabu, Ini Dampak Ekonominya Bagi Industri

Ia menegaskan kebijakan energi harus mampu memberikan dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Pertimbangan Keberlanjutan Sumber Daya Dalam Kebijakan Produksi Nasional Energi

Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ÈSDM),sebelumnya menekankan pentingnya pengendalian produksi batu bara untuk menjaga keseimbangan jangka panjang.

Baca Juga: Polda Sumut Ungkap Modus Dugaan Fraud Dana Jemaat Rp28 Miliar, Mantan Kepala Kas BNI Jadi Tersangka

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai produksi berlebihan berpotensi mengurangi cadangan strategis bagi generasi masa depan.

Ia menyatakan produksi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar sumber daya tidak terkuras tanpa nilai ekonomi optimal.

Halaman:

Tags

Terkini