ekonomi

Ketegangan Geopolitik Timur Tengah Kini Berdampak Pada Harga Pangan Global dan Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 4 April 2026 | 21:55 WIB
Panen jagung berisiko terdampak pengurangan pupuk akibat lonjakan biaya produksi pertanian global. (Dok. Kreasi Gemini AI)

Data FAO Menunjukkan Tren Kenaikan Harga Komoditas Pangan Strategis Dunia

Harga minyak nabati naik 5,1 persen dengan penguatan permintaan dan pengaruh harga energi global.

Baca Juga: Indonesia Jepang Perkuat Kemitraan Ekonomi Fokus Investasi Energi Terbarukan dan Manufaktur Bernilai Tambah

Harga gula meningkat 7,2 persen dipicu perubahan kebijakan produksi bioenergi di Brasil sebagai eksportir utama dunia.

Harga sereal mengalami kenaikan moderat karena kekhawatiran gangguan distribusi kawasan Timur Tengah.

Pernyataan Resmi FAO Mengenai Risiko Pasokan dan Stabilitas Harga

Máximo Torero selaku Kepala Ekonom FAO menyatakan kenaikan harga saat ini masih terkendali oleh stok global.

Baca Juga: Mengapa Koordinasi OJK dan Kepolisian Jadi Kunci Jaga Perbankan dari Risiko Kejahatan Finansial

Ia menegaskan risiko jangka panjang muncul jika harga pupuk tinggi memengaruhi keputusan produksi petani.

Máximo Torero menyebut pilihan petani musim ini akan menentukan pasokan pangan dan harga komoditas tahun berikutnya.

Sebagai konteks, sejumlah media ekonomi global sejak 2025 telah memperingatkan kerentanan rantai pasok pangan akibat konflik dan perubahan iklim.

Baca Juga: Geopolitik Timur Tengah Memanas, Selat Hormuz Terganggu dan Cadangan BBM Hanya Aman 20 Hari

FAO mendorong koordinasi kebijakan global untuk menjaga stabilitas produksi pangan dan melindungi kelompok ekonomi rentan dari lonjakan harga.

Perkembangan ini menunjukkan ketahanan pangan global semakin bergantung pada stabilitas geopolitik, energi, serta keberlanjutan produksi pertanian dunia.****

Halaman:

Tags

Terkini