NEWS SUMMARY:
- Aliansi Santri dan Pemuda Muslimin gelar aksi di KPK dan Kejagung.
- Tuntutan: tindak tegas dugaan aliran dana Rp18 miliar ke Gus Yazid.
- Publik menunggu langkah hukum berikutnya dari kedua lembaga antikorupsi.
254JAMNEWS.COM - Publik kini menanti langkah nyata penegak hukum terhadap dugaan korupsi senilai Rp18 miliar yang menyeret nama KH Ahmad Yazid Basyaiban atau Gus Yazid.
Dua aksi massa di Jakarta pada Selasa (21/10/2025) menyoroti hal tersebut dengan tuntutan tegas agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) segera bertindak.
Sekitar 150 orang dari Aliansi Santri Nusantara Peduli Korupsi menggelar aksi di depan gedung KPK sejak pukul 13.00 WIB, dipimpin oleh Gus Iwan (Gangga Listyawan).
Baca Juga: Dari Brasil ke Indonesia: Makan Bergizi Gratis Capai 36 Juta Penerima Dalam Satu Tahun
Dalam orasinya, Gus Iwan mendesak KPK untuk segera menaikkan status dugaan korupsi pengadaan tanah oleh BUMD Cilacap ke tahap penyidikan, serta menangkap Gus Yazid yang diduga menerima dana Rp18 miliar.
“Kami meminta KPK segera menindaklanjuti tuntutan kami. Jika dalam waktu dua minggu tidak ada upaya nyata, kami akan datang dengan aksi yang lebih besar,” tegas Gus Iwan di hadapan massa.
Aliansi juga menyerahkan dokumen tuntutan resmi kepada perwakilan KPK, termasuk sejumlah dasar hukum yang mereka nilai relevan.
Baca Juga: Kasus Timothy Anugerah: Polisi Temukan Tiga Saksi Kunci di Lantai Empat Universitas Udayana
A ntara lain pasal-pasal dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dan Undang-Undang KPK.
Dugaan Aliran Dana Rp18 Miliar Jadi Titik Fokus Tuntutan Massa
Dalam pernyataannya, Gus Iwan menilai bahwa bukti dugaan keterlibatan sudah cukup kuat berdasarkan pengakuan tersangka lain yang disebut menerima dana dari perusahaan pengadaan tanah.
“Bukti-bukti sudah ada, pengakuan tersangka menerima dana 18 miliar dari perusahaan yang terlibat juga sudah ada. KPK harus segera bertindak,” ujarnya.
Baca Juga: Fakta di Balik Purbaya dan Luhut Tak Saling Sapa pada Sidang Kabinet 20 Oktober 2025
Massa menilai, lambatnya penanganan kasus tersebut dapat menggerus kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah.
Artikel Terkait
Kepuasan Publik Terhadap Menteri Kabinet Merah Putih Tembus hingga 70 Persen
Rp114 Triliun dan 33 Tahun: Tantangan Finansial Proyek Kereta Cepat Whoosh Terkuak
Optimisme Ekonomi RI Akhir 2025 Menguat, Tapi Pengangguran Muda Belum Turun Signifikan
Polisi Sebut Timothy Anugerah Universitas Udayana Sosok Kuat, Tak Mudah Jadi Korban Bullying
AWS Down 2025: Layanan Amazon, Fortnite, dan Snapchat Terhenti Akibat Gangguan Besar
Dua Opsi Pembayaran Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh, Danantara Cari Jalan Tengah
Presiden Prabowo Siapkan 288.000 Layar Digital dan Dana Rp13 T untuk Pendidikan
4 Program Pendidikan Presiden Prabowo: Dari LPDP hingga Digitalisasi Sekolah
Viral Video Tak Saling Sapa, Menkeu Purbaya Tegaskan Hubungannya dengan Luhut Baik
Purbaya Yudhi Sadewa dan Luhut Pandjaitan Duduk Jauh di Sidang Kabinet, Isu Tegang Ditepis